Pasar Respons Penaikan Suku Bunga oleh PBOC, Bursa China Melemah

Pergerakan indeks Shanghai Stock Exchange Composite (SSEC) berakhir melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (15/12/2017).
Renat Sofie Andriani | 15 Desember 2017 16:21 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Shanghai Stock Exchange Composite (SSEC) berakhir melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (15/12/2017).

Indeks SSEC melemah bersama dengan indeks CSI 300, saat investor merespon langkah penaikan suku bunga oleh bank sentral China dengan mengambil untung pada sektor-sektor yang telah mangalami penguatan tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechips berakhir merosot 1,13% atau 45,30 poin di level 3.980,86, setelah pada perdagangan Kamis (14/12) ditutup melemah 0,59% atau 23,94 poin di posisi 4.026,15.

Sub indeks sektor finansial pada CSI 300 turun 1,11%, sektor bahan konsumen naik 1,31%, indeks real estate drop 2,23%, dan sub indeks kesehatan turun 1,22%.

Adapun indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,80% atau 26,30 poin di level 3.266,14, setelah dibuka turun 0,15% atau 4,91 poin di level 3.287,53.

Saham dengan kenaikan persentase terbesar pada indeks Shanghai Composite adalah Wenyi Suntech Co. Ltd. dengan 10,02%, diikuti Beijing Hualian Hypermarket Co. Ltd. dan Harbin Churin Group Jointstock Co. Ltd. yang masing-masing menguat 10%.

Adapun saham dengan penurunan persentase terbesar pada indeks Shanghai adalah Beijing Tiantan Biological Products Corp. Ltd. dengan 9,99%, diikuti Inner Mongolia Eerduosi Resources Co. Ltd. sebesar 7,74%, dan Jiangsu Changjiang Electronics Technology Co. Ltd. yang melemah 7,23%.

Indeks saham Shanghai telah naik 6,08% sepanjang tahun ini dan turun 0,75% bulan ini. Sementara itu, indeks CSI 300 telah naik 20,3% sepanjang tahun ini.

Sepanjang pekan ini, nilai pasar indeks saham Shanghai telah naik sebesar 0,18% menjadi 28,68 triliun yuan.

Dilansir Reuters, People’s Bank of China (PBOC) menaikkan suku bunga lewat operasional pasar terbuka dan fasilitas pinjaman jangka menengah pada Kamis (14/12) hanya beberapa jam setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuannya.

PBOC menaikkan suku bunga 7-day dan 28-day reverse repurchase agreement sebesar 5 basis poin. Langkah ini diambil demi berupaya mencegah arus modal keluar yang tidak stabil tanpa merugikan pertumbuhan ekonomi.

Chen Ji, seorang analis di Bank of Communications, mengatakan kenaikan itu hanya merupakan respon terhadap penaikan suku bunga The Fed. Meski kenaikan suku bunga tersebut tidak terduga, namun terlalu kecil untuk memberi dampak signifikan.

 

 

Tag : Suku Bunga, bursa china
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top