PTBA Kaji Penerbitan Obligasi

Korporasi tambang, PT Bukit Asam Tbk., mengkaji penerbitan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan pada 2018.Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan perseroan mengkaji sumber dana dari pinjaman bank atau obligasi pada tahun depan.
Yodie Hardiyan | 14 Desember 2017 13:45 WIB
Direktur SDM dan Umum PT Bukit Asam Tbk Joko Pramono (dari kanan), Wakil Rektor Bidang Inovasi Alumni dan Hubungan Internasional Universitas Mercu Buana Dana Santoso, dan Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Safiun memberi paparan dalamdiskusi kebijakan industri energi hilir (gas), di Jakarta, Rabu (13/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Korporasi tambang, PT Bukit Asam Tbk., mengkaji penerbitan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan pada 2018.Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan perseroan mengkaji sumber dana dari pinjaman bank atau obligasi pada tahun depan.

"Kita lihat pasar, kita lagi kaji mana yang lebih murah. Apakah perbankan sama sumber dana lain. Belum tentu obligasi atau MTN atau produk-produk pasar uang lebih murah daripada perbankan. Perbankan suku bunga lebih rendah sekarang," paparnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (14/12).

Menurutnya, apabila perusahaan menerbitkan obligasi maka realisasinya pada semester I/2018. Namun, Arviyan menyatakan rencana tersebut masih dikaji sembari melihat sumber pendanaan lain seperti pinjaman perbankan.

Arviyan mengatakan Bukit Asam menganggarkan belanja modal senilai Rp6,5 triliun pada 2017. Belanja modal itu akan digunakan paling besar untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta hilirisasi, investasi rutin, peralatan tambang, perumahan dan sebagainya.

Seperti diketahui, Bukit Asam sedang merencanakan pembangunan PLTU Sumsel 8 (Banko Tengah 2x600 MW) yang berada di Muara Enim, Sumatera Selatan.  

Pada Maret 2015, Bukit Asam melalui anak usahanya, PT Huadian Bukit Asam Power, telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai US$1,2 miliar bersama Bank Ekspor Impor China (Cexim). Arviyan mengatakan pembangunan PLTU Sumsel 8 dapat dilakukan pada pertengahan 2018.


Selain itu, Bukit Asam juga akan membangun PLTU Mulut Tambang Peranap dengan kapasitas 2x300 MW di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, yang akan menyerap lebih dari 4 juta ton batubara dari tambang Bukit Asam di Peranap.


Bukit Asam juga akan bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membangun PLTU Mulut Tambang Sumsel 6 berkapasitas 2x300 MW di Tanjung Enim yang akan memanfaatkan lebih dari 3 juta ton batubara per tahun dari tambang perseroan di Tanjung Enim.

Tag : bukit asam
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top