Mengekor Wall Street, Bursa Asia Menguat Pagi Ini

Pergerakan bursa saham Asia menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (8/12/2017), menyusul reli pada bursa saham di Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 08 Desember 2017 10:16 WIB
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Asia menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (8/12/2017), menyusul reli pada bursa saham di Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, dolar AS bergerak menuju penguatan mingguan terbesarnya tahun ini seiring dengan perkembangan positif terkait undang-undang perpajakan AS serta menjelang rilis data pekerjaan yang diperkirakan akan menunjukkan laju kepegawaian yang tetap kuat di AS.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Stock Average Jepang masing-masing menguat 0,8% dan 1,1% pada pukul 10.58 pagi waktu Tokyo (pukul 8.58 pagi WIB).

Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,2%, indeks Kospi Korea Selatan berbalik arah, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,5% dan indeks Shanghai Composite naik 0,1%.

Pada saat yang sama, indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,3%. Indeks acuan kawasan Asia Pasifik tersebut telah menguat 24% sepanjang tahun ini.

Bursa Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (7/12), didukung kinerja sejumlah perusahaan teknologi termasuk Facebook dan Alphabet.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,29% ke level 24.211,48, sementara indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,29% ke 2.636,98. Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 0,54% ke 6.812,84.

Saham Facebook menguat 2,31%, sementara perusahaan induk Google, Alphabet Inc, naik 1,23%, membantu S&P 500 rebound dari pelemahan dalam empat sesi berturut-turut sebelumnya.

Anggota Senat dari Partai Republik pada hari Rabu sepakat untuk berbicara dengan Dewan Perwakilan Rakyat mengenai RUU pajak di tengah tanda-tanda awal bahwa anggota parlemen dapat menyetujui revisi RUU terakhir menjelang batas waktu 22 Desember.

Penguatan saham hari Kamis mengindikasikan investor tidak terlalu khawatir dengan tenggat waktu pada Jumat malam yang dihadapi oleh Trump dan Kongres untuk mengeluarkan undang-undang mengenai belanja pemerintah.

Pergerakan ekuitas di seluruh Asia Pasifik mulai reli pada perdagangan Kamis setelah penurunan delapan hari beruntun. Tahun ini tetap mengarah menjadi tahun tebraik sejak 2009 saat saham melonjak pasca krisis keuangan.

“Kami telah memiliki tahun yang hebat dalam aset keuangan di seluruh pasar. Menjelang akhir tahun dan valuasi tampak lebih luas daripada tahun lalu, wajar jika ada yang ambil untung,” ujar Kenneth Taubes, kepala investasi manajemen investasi AS di Amundi, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, ekonomi Jepang pada kuartal ketiga dilaporkan berekspansi lebih besar dari yang sebelumnya dilaporkan, saat investasi bisnis tumbuh lebih cepat. Produk Domestik Bruto (PDB) negeri sakura berekspansi 2,5% secara tahunan, lebih besar daripada prediksi pertumbuhan sebesar 1,5% dan data awal sebesar 1,4%.

 

Tag : bursa asia, wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top