RENCANA IPO: Borneo Olah Sarana Sukses Siap Lepas 28% pada 2018

PT Borneo Olah Sarana Sukses siap melepas 28% saham ke investor publik melalui aksi penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham yang ditargetkan bisa dilakukan pada akhir Februari 2018.
Lukas Hendra TM | 07 Desember 2017 21:53 WIB
Direktur PT Borneo Olah Sarana Sukses Widodo Nurly Sumady (kiri), memberikan paparan didampingi Komisaris Johannes Halim, saat kunjungan ke redaksi Bisnis Indonesia Jakarta, Kamis (7/12). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Borneo Olah Sarana Sukses siap melepas 28% saham ke investor publik melalui aksi penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham yang ditargetkan bisa dilakukan pada akhir Februari 2018.

Komisaris PT Borneo Olah Sarana Sukses Johannes Halim mengungkapkan dana hasil dari aksi IPO tersebut rencananya akan digunakan sebagai belanja modal untuk ekspansi kapasitas produksi batu bara perseroan.

“Kami mau memperbesar volume ekspor. Oleh karena itu, kami lihat ini momentum. Rencana akhir Februari [2018] bisa listing,” katanya saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Kamis (7/12/2017).

Direktur Keuangan Borneo Olah Sarana Sukses Widodo Nurly Sumady mengatakan saat ini perseroan sedang dalam tahapan akhir dalam proses dengan akuntan publik. Rencana IPO itu, lanjutnya, menggunakan laporan keuangan kuartal III/2017.

“Kami sudah menunjuk satu penjamin emisi dan kemungkinan akan ada satu lagi. Sekitar 28% [saham] akan dilepas ke pasar,” ujarnya.

Johannes menambahkan agar volume ekspor batu bara bisa meningkat, maka produksi batu bara diharapkan juga bisa tingkatkan. Rencananya, perseroan akan meningkatkan produksi batu bara menjadi 800.000 ton per tahun pada tahun depan dari 500.000 ton pada tahun ini.

Untuk itu, dana IPO akan digunakan untuk pembangunan akses jalan sepanjang 15 kilometer menuju Sungai Mahakam dan pembangunan jetty baru di tepi Sungai Mahakam. Selain itu, dana IPO juga akan digunakan untuk pembelian alat berat agar produksi bisa meningkat.

Hanya saja dia menilai, dengan semakin bergairahnya industri batu bara, banyak pelaku industri tersebut yang meningkatkan produksi sehingga proses untuk mendapatkan alat berat dinilai akan semakin sulit.

Adapun, perseroan memiliki satu tambang yang telah berproduksi melalui anak usahanya yakni PT Bangun Olah Sarana Sukses. Untuk mendukung rencana peningkatan ekspor itu, perseroan juga akan memproduksi batu bara dari PT Pratama Bersama.

“Mayoritas dari Bangun Olah Sarana Sukses,” katanya

Perseroan saat ini memiliki sejumlah pasar untuk mengapalkan hasil batu bara perseroan yang memiliki nilai kalori tinggi dengan 6.400 kilokalori per kilogram (kkal/kg). Utamanya memang ke pasar Jepang.

Pasalnya, perseroan memiliki kerja sama dengan Japan Oil, Gas & Metal National Corporation (JOGMEC) untuk memasok sebanyak dua juta ton batu bara ke pasar Jepang selama 7 tahun. Sebagai gantinya, JOGMEC menginjeksi dana sebanyak US$3 juta untuk dana eksplorasi batu bara. Selain itu, perseroan juga memasok ke sejumlah perusahaan termasuk Glencore, Banpu Grup, Avra dan Trafigura.

Tag : ipo, batu bara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top