KABAR GLOBAL 30 NOVEMBER: Uji Rudal Korut Tak Pengaruhi Pasar, Makin Merugi, Investor Menjual Saham Uber

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (30/11/2017), di antaranya mengenai pasar global yang tidak terpengaruh peluncuran rudal Korea Utara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 November 2017 09:13 WIB
Rudal balistik Korea Utara - reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (30/11/2017), di antaranya mengenai pasar global yang tidak terpengaruh peluncuran rudal Korea Utara.

Berikut ringkasan beberapa berita global di media massa hari ini:

Uji Rudal Korut Tak Pengaruhi Pasar. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua ke perairan dekat Jepang pada Rabu (29/11). Namun, aksi militer Pyongyang tersebut tampaknya tak lagi memberikan pengaruh yang berarti bagi pasar global. (Bisnis Indonesia)

Makin Merugi, Investor Menjual Saham Uber. Bisnis Uber Technologies Inc masih tekor. Bahkan, kerugian Uber Technologies Inc membengkak. Persaingan bisnis, permasalahan hukum serta pengawasan ketat di seluruh dunia, menyebabkan Uber harus mengeluarkan banyak biaya. (Kontan)

Kolaborasi Baidu & Xiaomi. Dua perusahaan teknologi besar di China, Baidu dan Xiaomi melakukan kerjasama dalam mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT). Baidu selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa bisnis internet. Demikian juga dengan Xiaomi yang merupakan produsen smartphone yang tengah naik daun. (Kontan)

Ajukan Keberatan, AT&T Tetap Ingin Akuisisi Time Warner. AT&T Inc kekeuh ingin mengakuisisi Time Warner Inc meskipun tak mendapatkan restu dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Akuisisi perusahaan media senilai US$ 85,4 miliar ini dituding akan menimbulkan monopoli harga TV berlangganan. (Kontan)

Layanan e-Wallet Uber UBER Technologies Inc bekerjasama dengan perusahaan teknologi finansial Vietnam MoMo. Kerjasama ini untuk memberi layanan e-wallet kepada para pelanggan. Ini menjadi kemitraan e-wallet pertama Uber di Asia Tenggara. Uber berharap bisa mengejar ketertinggalannya dengan Grab yang telah memiliki e-wallet. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top