Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Batuan Marmer: Citatah (CTTH) Kantongi Rp223 Miliar

Emiten pertambangan, PT Citatah Tbk. mengantongi pemesanan batuan marmer hingga Rp223 miliar untuk 2018.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Citatah Tbk. mengantongi pemesanan batuan marmer hingga Rp223 miliar untuk 2018.

Presiden Direktur Citatah, Taufik Johannes mengungkapkan, pemesanan batu marmer paling banyak dperoleh dari Sumatra Utara untuk proyek yang dimiliki Podomoro. Lebih detail, pesanan domestik yang diperoleh untuk 2018 sebanyak Rp190 miliar dari dalam negeri dan Rp33 miliar dari luar negeri.

"Selain pesanan dari Medan, kami juga sudah mendapatkan pesanan dari agen di luar negeri seperti Korea, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat serta beberapa proyek kecil lainnya dari beberapa di Asia Tenggara," ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Pada 2018, sambungnya, strategi yang dilakukan adalah membuka cabang dan agen di beberapa kota besar di Sumatra, Kalimantan dan Jawa Tengah, sedangkan strategi untuk pasar luar negeri adalah bekerja sama dengan perusahaan di Australia dan Vietnam untuk memperluas pasar.

Dia menambahkan, pesanan dari distributor baru di Myanmar dan perwakilan di Amerika akan membantu perusahaan untuk meningkatkan penjualan di luar negeri pada tahun depan. Langkah lain yang dilakukan oleh Citatah pada 2018 adalah membuka lahan tambang di Indonesia, selain Sulawesi Selatan, serta terus meningkatkan program produktivitas dan efisiensi biaya produksi di pabrik Pangkep dan Karawang.

Sebelumnya, pada pertengahan 2017, emiten bersandi saham CTTH telah mendapatkan lokasi di Bunea, Sulawesi Selatan seluas 100 hektar. Hingga saat ini, produksi tambang marmer mencapai 800 m3, atau mencatatkan penurunan dari posisi 1.040 m3 pada 2016.

Taufik mengungkapkan, akibat kegiatan overburden pada produksi tambang marmer perseroan mengalami penurunan. Dia mengungkapkan, pada 2018, akan terjadi peningkatan produksi karena ada pembukaan di lokasi baru, sehingga produksi tambang bisa sekitar 1.300 m3 dan 2.000 m3 pada 2019.

Dia menambahkan, hasil produksi pabrik marmer di Sulawesi dan Karawang masing-masing senilai 65.152 m2 dan 10.117 m2 per bulan. Dia mengungkapkan, hasil produksi dipasarkan ke proyek apartemen, perkantoran dan perumahan mewah di pasar domestik dan luar negeri.

Direktur Keuangan dan Administrasi Citatah Tiffany Johanes menuturkan, perusahaan memproyeksikan penjualan pada akhir 2017 mencapai Rp241 miliar. Adapun, pendapatan perseroan pada 2018 diprediksi senilai Rp223 miliar.

Sementara itu, belanja modal yang akan dialokasikan pada tahun depan mencapai Rp13 miliar untuk kegiatan pertambangan di Kupang. Dia menuturkan, tambang lama bisa bertahan hingga 20 tahun dan tambang baru bisa mencapai 45 tahun.

Tiffany optimistis, laba pada tahun depan bisa mencapai Rp20 miliar, seiring membaikan kondisi ekonomi dan mulai menggeliatnya bisnis properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper