Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volatilitas Rupiah Kembali Normal

Pasca melemahnya rupiah akibat isu kepemimpinan the Fed, Bank Indonesia mengklaim volatilitas rupiah telah kembali normal. Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara menuturkan setelah penganti Janet Yellen ditetapkan, yakni Jerome Powell, pasar kembali tenang.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 November 2017  |  21:42 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA--Pasca melemahnya rupiah akibat isu kepemimpinan the Fed, Bank Indonesia mengklaim volatilitas rupiah telah kembali normal.
 
Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara menuturkan setelah penganti Janet Yellen ditetapkan, yakni Jerome Powell, pasar kembali tenang.
 
"Volatility di pasar valuta asing sudah kembali normal," tegasnya saat ditemui di komplek BI, Jumat (17/11).
 
Pada Oktober, Mirza mengungkapkan volatilitas rupiah sempat naik hingga 8%. Namun, volatilitas mata uang Garuda kembali normal ke level 2-3%.
 
Secara rata-rata harian, selama Oktober Rupiah melemah 1,63% menjadi Rp13.528 per dolar AS. Sebelumnya, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menegaskan pelemahan rupiah tersebut sejalan dengan pergerakan nilai tukar hampir seluruh mata uang dunia yang juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
 
Dolar AS menguat secara global sebagai dampak dari respon pasar keuangan terhadap dinamika proses pencalonan pimpinan Bank Sentral, normalisasi kebijakan moneter, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, serta rencana reformasi pajak di AS.
 
"Bank Indonesia tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," tegasnya selepas RDG lalu (16/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top