Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks CSI 300 Sukses Rebound, Shanghai Composite Masih Merah

Indeks saham bluechip China berhasil membukukan rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), mengakhiri pelemahan yang dialami dua hari berturut-turut sebelumnya, seiring dengan penguatan saham konsumer dan real estate.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 November 2017  |  15:42 WIB
Indeks CSI 300 Sukses Rebound, Shanghai Composite Masih Merah
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham bluechip China berhasil membukukan rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), mengakhiri pelemahan yang dialami dua hari berturut-turut sebelumnya, seiring dengan penguatan saham konsumer dan real estate.

Indeks CSI 300 di Shenzhen berakhir menguat 0,77% atau 31,34 poin di level 4.105,01, setelah dibuka turun 0,25% atau 10,18 poin di posisi 4.063,49.

Saham konsumer memimpin penguatan dengan 3,6%, dengan saham produsen minuman keras Kweichow Moutai naik 4,5% menuju rekornya.

Sementara itu, saham Poly Real Estate Group menguat 6,8%, sekaligus membawa penguatan sebesar 2% pada sektor real estate.

Meski demikian, saham perusahaan energi dan infrastruktur masing-masing turun 1% dan 0,9%.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite masih tertekan di zona merah untuk hari ketiga berturut-turut setelah hari ini ditutup turun 0,10% atau 3,27 poin di level 3.399,25.

Saham dengan kenaikan persentase terbesar pada indeks Shanghai Composite adalah Maoye Commercial Co. Ltd. dengan 10%, diikuti SJEC Corp. dan Hengtong Optic-Electric Co. Ltd. yang masing-masing menguat 9,98% dan 8,58%.

Adapun saham dengan pelemahan terbesar pada indeks adalah Tederic Machinery Co. Ltd. yang merosot 9,99%, disusul Keda Clean Energy Co. Ltd. dan Pengxin International Mining Co. Ltd. yang masing-masing melemah 7,82% dan 7,24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top