Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hingga September, Link Net (LINK) Bukukan Laba Rp740,28 Miliar

PT Link Net Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp740,28 miliar dalam periode Januari-September 2017 atau naik 22,4% dibandingkan dengan Rp604,58 miliar dalam periode yang sama 2016.

Bisnis.com, JAKARTA—PT Link Net Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp740,28 miliar dalam periode Januari-September 2017 atau naik 22,4% dibandingkan dengan Rp604,58 miliar dalam periode yang sama 2016.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di laman Bursa Efek Indonesia, perusahaan internet ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun dalam 9 bulan pertama sepanjang 2017 atau naik 16,8% dari Rp2,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut berasal dari layanan broadband internet dan jaringan sebesar Rp1,42 triliun atau naik 17,27% dari periode yang sama tahun sebelumnya, biaya berlangganan dari layanan televisi kabel sebesar Rp920,63 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp160,85 miliar.

Dalam laporan keuangan, emiten berkode saham LINK mencatatkan kenaikan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) menjadi Rp420ribu dan jumlah unit pelanggan (RGU) meningkat sebesar 26.995 pelanggan.

Per kuartal III/2017, pelanggan LINK terbagi dua yakni 13.639 pelanggan broadband dan 13.356 pelanggan TV berbayar. Sejalan dengan itu, dalam keterangan resminya, perseroan tercatat menambah 118.000 rumah terkoneksi baru sampai dengan akhir September 2017.

Penetrasi jumlah pelanggan terhadap cakupan jaringan juga meningkat menjadi 28,8%. Direktur Utama dan CEO LINK Irwan Djaja mengungkapkan kinerja perseroan baik dari operasional maupun finansial bergerak konsisten. “Kami berharap perseroaan dapat terus melanjutkan peningkatan pencapaian kinerja untuk sisa tahun ini dalam beberapa bulan kedepan.

Seperti diketahui, belum lama ini emiten grup Lippo ini tengah gencar melakukan perluasan jaringan salah satunya dengan membeli kabel fiber optik dari PT Ketrosden Triasmita. Pembelian jaringan kabel fiber optik ini membuat perseroan menargetkan dapat menjangkau sekitar 2,8 juta home passed pada akhir 2021.

Saat ini, LINK mengoperasikan Fiber-to-the-Home (FTTH) di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Bali, Batam dan Medan. Perseroan pun menjalankan bisnis televisi berbayar bersama PT First Media Television.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Agnes Savithri
Editor : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper