Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SIMP Bukukan Penjualan Rp12,23 Triliun per September 2017

Dalam periode 9 bulan pertama 2017, emiten perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) membukukan penjualan senilai Rp12,23 triliun, naik 19% year on year (yoy) dari sebelumnya 10,23 triliun.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Dalam periode 9 bulan pertama 2017, emiten perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) membukukan penjualan senilai Rp12,23 triliun, naik 19% year on year (yoy) dari sebelumnya 10,23 triliun.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/10/2017), perusahaan menyebutkan kenaikan pendapatan terjadi seiring dengan kenaikan kontribusi penjualan dari Divisi Perkebunan dan Divisi Minyak & lemak Nabati (EOF).

Peningkatan produksi perkebunan berimbas kepada penjualan minyak kelapa sawit atau CPO yang naik 11% yoy menjadi 654.000 ton dari periode 9 bulan pertama 2016 sejumlah 587.000 ton. Adapun penjualan terkait kernel sawit (PK) per September 2017 mencapai 160.000 ton, tumbuh 18% yoy dari sebelumnya 135.000 ton.

“Sementara itu, kontribusi penjualan gula dan karet turun tipis masing-masing menuju 44.000 ton dan 9.100 ton dibandingkan sebelumnya 49.000 ton dan 9.500 ton,” papar manajemen.

Meningkatnya penjualan berimbas kepada laba bruto perusahaan yang naik 21% yoy menjadi Rp2,64 triliun dari sebelumnya Rp2,18 triliun. Pertumbuhan ini juga didukung kenaikan harga jual produk minyak kelapa sawit.

Adapun laba usaha naik 43% yoy menjadi Rp1,44 triliun dari sebelumnya Rp1 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per September 2017 naik 38% yoy menjadi Rp406 miliar dari sebelumnya Rp295 miliar.

Aset perusahaan Group Salim ini juga naik menuju 32,98 triliun dari sebelumnya 32,53 triliun, karena peningkatan liabilitas menjadi Rp15,06 triliun dan ekuitas Rp17,92 triliun. Pada 9 bulan pertama 2016, liabilitas dan ekuitas masing-maisng senilai Rp14,92 triliun dan Rp17,62 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper