Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ATPK Incar Pasar India

PT Bara Jaya Internasional Tbk. (ATPK) mengincar pasar India untuk bisa menyerap batu bara yang saat ini ada di persediaan sebesar 45.000 ton. Kontrak diharapkan tercapai pada bulan ini.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 16 September 2017  |  21:59 WIB
ATPK Incar Pasar India
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA – PT Bara Jaya Internasional Tbk. (ATPK) mengincar pasar India untuk bisa menyerap batu bara yang saat ini ada di persediaan sebesar 45.000 ton. Kontrak diharapkan tercapai pada bulan ini.

Corporate Secretary PT Bara Jaya Internasional Tbk. Andreas Andy S. mengungkapkan realisasi produksi batu bara hingga Juni 2017 sebanyak 45.000 metrik ton (MT). Jumlah tersebut terdiri atas 15.000 MT yang diproduksi sepanjang Januari hingga Maret 2017 dan 30.000 MT yang diproduksi dari April hingga Juni 2017.

Sementara itu, lanjutnya, dari sisi pemasaran batu bara yang dilakukan perseroan baik melalui para trader maupun kepada user, hingga akhir Juni 2017 dan Agustus 2017 belum berhasil mencatatkan penjualan atau pendapatan bagi perseroan.

Dia menjelaskan kualitas batu bara perseroan berkalori rendah dengan nilai kalori 3.500 kilokalori per kilogram (kkal/kg) sejauh ini cocok untuk memenuhi kebutuhan user dari India sehingga mengakibatkan posisi bargaining pembeli yang kuat.

“Dengan volume batu bara sejumlah 45.000 MT per Agustus 2017 yang masih ada di stockpile, perseroan akan terus mengusahakan mendapatkan pihak pembeli dengan harga yang sesuai,” katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (15/9/2017).

Andreas menambahkan penjualan batu bara perseroan dilaksanakan secara spot basis dan belum adanya pembeli baru dengan harga yang sesuai sehingga aktivitas penambangan perseroan dapat mengalami perlambatan. Meskipun demkian, pemasaran terus dilakukan hingga mendapatkan pembeli batu bara dengan harga jual yang sesuai sehingga aktivitas penambangan dapat meningkat kembali.

“Rencana penandatanganan kontrak penjualan 45.000 MT dengan pihak dari India. Rencana kontrak akan ditandatangani di September 2017 untuk pengapalan di bulan Oktober,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 45.000 MT telah tersedia di stockpile. Adapun, besaran nilai penjualan batu bara dengan pihak India tersebut adalah sebesar US$26,25 per MT.

Selain itu, anak usaha perseroan yakni PT Mega Alam Sejahtera juga akan menyewakan unit peralatan tambang berupa alat berat yang tidak dipakai (idle) ke perusahaan di dalam kelompok usaha pemegang saham pengendali.

Dari kegiatan sewa ini, Mega Alam Sejahtera diperkirakan akan mengantongi pendapatan sebanyak Rp19,3 miliar hingga akhir tahun. Rinciannya, Oktober sebanyak Rp3,2 miliar, November Rp6,4 miliar dan Desember sebanyak Rp9,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

atpk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top