Mayoritas Bursa Asia Hijau, IHSG Berbalik Menguat

IHSG ditutup menguat 0,35% atau 20,39 poin di level 5.872,39 setelah juga dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04% atau 2,44 poin di posisi 5.854,45.
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 September 2017 17:04 WIB
Karyawan memperhatikan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (15/9/2017).

IHSG ditutup menguat 0,35% atau 20,39 poin di level 5.872,39  setelah juga dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04% atau 2,44 poin di posisi 5.854,45.

Adapun pada perdagangan Kamis (14/9), IHSG ditutup menguat 0,11% atau 6,27 poin ke level 5.852.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.831,18 – 5.875,53.

Dari 559 saham yang diperdagangkan, sebanyak 142 saham menguat, 167 saham melemah, dan 250 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dengan dorongan utama dari sektor industri dasar yang menguat 2,82%, disusul sektor perdagangan dengan penguatan 1,52%.

Sementara itu, empat sektor menekan indeks dengan pelemahan terbesar dialami sektor pertanian yang melemah 2,16%.

IHSG ditutup menguat saat bursa saham lainnya di Asia Tenggara bergerak mayoritas menguat. Indeks Malay KLCI menguat 0,28%, indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,13%, indeks PSEi Filipina naik 0,44%, sedangkan indeks SE Thailand stagnan.

Sementara itu, bursa saham lain di kawasan Asia cenderung menguat, karena investor tidak terpengaruh oleh peluncuran rudal Korea Utara kedua yang melewati wilayah Jepang hari ini.

Korea Utara menembakkan rudal yang terbang di atas pulau Hokkaido utara Jepang sebelum jatuh ke Samudera Pasifik. Rudal tersebut menempuh jarak sekitar 3.700 km dan cukup jauh untuk mencapai wilayah AS di Guam.

Peluncuran tersebut terjadi beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi baru terhadap Pyongyang untuk uji coba nuklirnya pada 3 September, namun pasar semakin terbiasa dengan konflik Korea Utara.

"Ada laporan yang menunjukkan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan peluncuran rudal, jadi ini sama sekali bukan kejutan," kata Hirokazu Kabeya, kepala analis global Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

"Selain  itu, pada peluncuran rudal sebelumnya, pasar stabil dalam beberapa hari setelah peluncuran. Jadi, pasar sudah terbiasa sehingga menghasilkan reaksi yang terbatas," tambahnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,03% atau 0,16 poin di 520,34, setelah dibuka dengan pelemahan 0,11% di posisi 519,58.

 

 Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,57

TPIA

+7,48

UNTR

+3,50

BMRI

+1,15

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-1,18

GGRM

-1,81

ASII

-0,63

RMBA

-8,89

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top