Hasil Lelang SUN: Kepercayaan Diri Investor Masih Tinggi

Penawaran investor dalam lelang Surat Utang Negara yang digelar Selasa (22/8/2017) masih tetap tinggi, mencapai Rp46,31 triliun.
Emanuel B. Caesario | 22 Agustus 2017 17:32 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Penawaran investor dalam lelang Surat Utang Negara yang digelar Selasa (22/8/2017) masih tetap tinggi, mencapai Rp46,31 triliun.

Hal itu menandai likuiditas investor yang cukup kuat dan minat serta kepercayaan yang tinggi pada surat utang pemerintah.

Kendati tidak setinggi lelang dua pekan sebelumnya yang menembus Rp58,62 triliun, nilai penawaran tersebut masih tergolong tinggi bila dibandingkan catatan penawaran investor dalam lelang-lelang SUN sebelumnya sepanjang tahun ini.

Penawaran terbesar dalam lelang kali ini masuk pada seri FR0059 tenor 9,75 tahun, atau seri fixed rate tenor terpendek dalam lelang kali ini, yang mencapai Rp11,10 triliun. Dalam lelang dua pekan sebelumnya, penawaran terbesar juga masuk pada seri fixed rate tenor terpedek, yakni FR0061 tenor 4,75 tahun, mencapai Rp16,45 triliun.

Dalam lelang kali ini, pemerintah kembali membuka lelang untuk seri FR0075 tenor 20,75 tahun yang merupakan seri yang baru diluncurkan dalam lelang dua pekan lalu dan akan menjadi seri benchmark baru tahun depan.

Penawaran pada seri ini mencapai Rp9,9 triliun, turun dibandingkan penawaran yang masuk pada lelang dua pekan  lalu Rp14,73 triliun. Meski begitu, permintaan yield investor pada seri ini kini hanya berkisar antara 7,34% hingga 7,65%, turun dari penawaran yield dalam lelang sebelumnya yang berkisar 7,58% hingga 7,90%.

Penurunan penawaran yield juga terjadi pada seri FR0074 tenor 15 tahun. Pada lelang dua pekan lalu, penawaran yield seri ini berkisar antara 7,34%-7,56%, sementara pada lelang kali ini menjadi 7,28%-7,41%. Penurunan yield ini seiring dengan kondisi di pasar sekunder dalam dua pekan terakhir.

Berbeda dari lelang sebelumnya, dalam lelang kali ini pemerintah hanya menyerap penawaran yang masuk sesuai target indikatifnya, yakni Rp15 triliun. Padahal, pada lelang dua pekan lalu pemerintah menerbitkan hingga batas maksimal Rp22,5 triliun.

I Made Adi Saputra, analis obligasi MNC Sekuritas, mengatakan bahwa dari penawaran yang masuk, investor terlihat lebih banyak berminat pada tenor-tenor panjang dengan akumulasi penawaran dari FR0059, FR0074 dan FR0075 yang sebesar Rp30,18 triliun.

Hal ini relatif berbeda dari tren sepekan lalu saat investor banyak memburu seri-seri tenor pendek, terutama karena dipicu aksi jual asing. Seri-seri tenor pendek banyak diincar karena relatif lebih stabil di tengah persepsi risiko yang meningkat akibat gejolak geopolitik antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Made mengatakan, imbal hasil seri-seri SUN di pasar sekunder juga terus mengalami penurunan setelah pemerintah menyampaikan postur RAPBN 2018 dengan asumsi-asumsi ekonominya pada Rabu pekan lalu.

Hal ini menandakan pasar menyambut positif dan menaruh kepercayaan pada rancangan pemerintah tersebut.

Selain itu, adanya spekulasi penurunan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 bps pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Selasa (22/8/2017) petang turut mendorong penurunan imbal hasil di pasar sekunder.

Penurunan tersebut lantas berimbas pada turunnya penawaran yield investor dalam lelang kali ini.

Made mencatat, tingkat imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan pemerintah dalam lelang kali ini mendekati batas bawah dari penawaran investor.

“Artinya, komposisi penawaran investor lebih mendekati batas bawah dari sebaran imbal hasil yang diminta investor,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Semula, Made menaksir penawaran investor dalam lelang kali ini hanya akan berkisar antara Rp30 hingga Rp40 triliun. Hasil yang lebih tinggi dengan demikian menunjukkan minat dan kepercayaan diri investor yang masih sangat tinggi.

 

Tag : surat utang negara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top