Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU Sulbagut-1: TOBA Rencanakan Konstruksi Dimulai Kuartal I/2018

Bisnis.com, JAKARTA Usai mencapai financial close pada pertengahan Juli, anak usaha patungan PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TOBA) yakni PT Gorontalo Listrik Perdana akan memulai konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sulbagut-1 pada kuartal I/2018.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 31 Juli 2017  |  16:11 WIB
PLTU Sulbagut-1: TOBA Rencanakan Konstruksi Dimulai Kuartal I/2018
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Usai mencapai financial close pada pertengahan Juli, anak usaha patungan PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TOBA) yakni PT Gorontalo Listrik Perdana akan memulai konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sulbagut-1 pada kuartal I/2018.

Direktur PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) Juli Oktarina mengatakan, penandatangan pembiayaan proyek (project financing) telah dilakukan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada 11 Juli 2017. Oleh karena itu, pada 14 Juli 2017, pihaknya bisa menyelesaikan financial close bersama PT PLN (Persero) secara tepat waktu.

Dengan demikian, lanjutnya, seluruh persyaratan telah dipenuhi semua, seperti izin prinsip, tarif, pembebasan lahan, serta kontrak rekayasa, pengadaan dan kontruksi (engineering procurement and construction/EPC).

“Ini prestasi bagi kami karena kami bisa menyelesaikan tepat waktu. Kami akan memulai persiapan kontruksi misalnya dengan mobilisasi peralatan pada 2017 ini,” katanya Senin (31/7/2017).

Dia mengatakan kontruksi PLTU dengan kapasitas 2 x 50 megawatt tersebut akan dimulai pada kuartal I/2018 yang diperkirakan selesai pada akhir 2019 sehingga pada kuartal I/2020, proyek tersebut bisa memasuki fase commisioning. Dengan demikian, pada kuartal II/2020 bisa memulai fase komersial (commercial on date/COD).

Juli menambahkan GLP memiliki masa kontrak 25 tahun untuk memasok listrik dari pembangkit tersebut ke PLN dengan skema build own operate transfer (BOOT). Proyek tersebut, lanjutnya, memiliki nilai investasi US$210 juta hingga US$220 juta dengan menggunakan tipe boiler pulverised coal combustion (PCC) dengan flue gas desulphurisation (FGD) yang bertujuan untuk menekan sulfur.

“Kami berharap dan mohon doa restu agar pembangunan bisa berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten
Editor : Achmad Aris
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top