Harga Gas Alam Terkoreksi Karena Proyeksi Pasokan AS Naik

Harga gas alam mendingin seiring dengan proyeksi bertumbuhnya stok Amerika Serikat yang mengindikasikan berkurangnya permintaan.
Hafiyyan | 29 Juni 2017 10:14 WIB
Ilustrasi pengapalan gas alam.

Bisnis.com, JAKARTA—Harga gas alam mendingin seiring dengan proyeksi bertumbuhnya stok Amerika Serikat yang mengindikasikan berkurangnya permintaan.

Pada perdagangan Kamis (29/6/2017) pukul 9.46 WIB, harga gas alam untuk kontrak Agustus 2017 merosot 0,19% atau 0,006 poin menuju US$3,088 per MMBTU (Million British Thermal Unit). Harga menurun setelah 4 sesi sebelumnya mengalami kenaikan berturut-turut.

Sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd), harga sudah terkoreksi sebanyak 17,64%. Pada 2016, harga gas alam memanas 33%.

Harga gas alam menurun karena cuaca yang sejuk menumbuhkan proyeksi menurunnya permintaan. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) suhu di sebagian wilayah Timur Laut AS cenderung mendingin sampai 28 Juni 2017.

Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), dalam sepekan yang berakhir Jumat (9/6/2017) stok gas alam di AS naik 78 miliar kaki kubik menjadi 2.709 miliar kaki kubik.

Menurut median dari 15 analis yang disurvei Bloomberg, persediaan gas alam AS sepekan yang berakhir Jumat (23/6/2017) akan naik sebesar 52 miliar kaki kubik. Angka ini masih di bawah rata-rata kenaikan mingguan periode 2012—2016 sejumlah 72 miliar kaki kubik. Adapun data resmi dari EIA akan dilansir pada hari ini.

Sumber : bloomberg

Tag : gas alam
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top