Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Keuangan Multistrada Masih Merah

Realisasi kinerja keuangan PT Multistrada Arah Sarana Tbk pada kuartal pertama tahun ini masih mencatatkan kerugian.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 16 Mei 2017  |  15:43 WIB
 Model berpose di dekat ban baru pada peluncuran Corsa Platinum V Series dan Jelajahi Sabang hingga Bandung oleh PT MultiStrada Arah Sarana Tbk, di Jakarta, Selasa (4/4). - JIBI/Nurul Hidayat
Model berpose di dekat ban baru pada peluncuran Corsa Platinum V Series dan Jelajahi Sabang hingga Bandung oleh PT MultiStrada Arah Sarana Tbk, di Jakarta, Selasa (4/4). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Realisasi kinerja keuangan PT Multistrada Arah Sarana Tbk pada kuartal pertama tahun ini masih mencatatkan kerugian.

Berdasarkan data laporan keuangan interim, Selasa (16/5/2017), emiten berkode saham MASA itu mencatatkan penjualan sebesar US$65,07 juta. Capaian itu meningkat 4,61% dibandingkan US$62,2 juta pada periode triwulan pertama 2015.

Pertumbuhan dari sisi penjualan itupun diikuti peningkatan laba bruto perusahaan. Total laba kotor mencapai US$9,9 juta pada kuartal pertama tahun ini.

Namun demikian, MASA masih menanggung kerugian sebesar US$310 juta. Memang, kerugian tersebut jauh lebih kecil dibandingkan US$1,32 miliar pada periode sama tahun lalu.

Di sisi lain, MASA mengklaim dari sisi volume kinerja penjualan ban baik ekspor maupun domestik tumbuh 10% sepanjang kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pada tahun lalu, MASA mencatatkan penjualan sebesar US$229,8 juta, melemah 3% dibandingkan US$237 juta pada 2015. Sebaliknya, MASA masih meninggalkan jejak kerugian sebesar US$0,9 juta. Nilai itu jauh lebih rendah dibandingkan periode 2015, rugi yang ditanggung perusahaan sebanyak US$19,4 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multistrada arah sarana
Editor : Maftuh Ihsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top