Saham Emiten Ban Tersungkur

Saham tiga emiten ban yakni PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA), dan PT Goodyear Indonesia Tbk. (GDYR) terpuruk dibandingkan harga pada awal tahun.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 24 April 2017  |  18:27 WIB
Saham Emiten Ban Tersungkur
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Saham tiga emiten ban yakni PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA), dan PT Goodyear Indonesia Tbk. (GDYR) terpuruk dibandingkan harga pada awal tahun.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham ketiga emiten itu mempunyai imbal hasil YtD minus. Saham GJTL ditutup di kisaran Rp1.045 per lembar minus 2,34% Ytd, saham MASA berhenti di level Rp232, menurun 14,07% sejak Januari, sedangkan GDYR menutup perdagangan pada harga Rp1.700, atau minus 11,46% sejak awal tahun.

Di sisi lain, terdapat sentimen positif yang cukup kuat buat ketiganya yakni perbaikan kinerja pasar otomotif, terutama roda empat pada kuartal pertama tahun ini. Bahkan, untuk pasar roda empat tumbuh lebih dari 5%.

Analis Recapital Securitas Indonesia Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan tren penurunan harga saham emiten ban seolah memunggungi sentimen positif dari sisi permintaan otomotif. Akan tetapi, katanya, hal itupun wajar jika dilihat dari sisi cara kerja bisnis otomotif.

“Meski pasar otomotif tumbuh, namun permintaan ban tidak naik, karena memakai stok sebelumnya yang menumpuk,” katanya kepada Bisnis, Senin (24/4/2017).

Dia menilai efek positif penguatan pasar domestik akan melecut kinerja emiten ban dalam tempo tiga hingga enam bulan ke depan. “Baru setelah adanya realisasi kinerja, saham emiten tersebut bisa direspon pasar,” kata Kiswoyo.

Kode     Harga    Return YoY          Return Ytd          Kapitalisasi

GJTL       1.045     50,36                     -2,34                      3,642 T

MASA   232         27,47                     -14,07                    2,13 T

GDYR     1.700     -22,73                    -11,46                    697 M

Sumber: Bloomberg, Perdagangan 21/4

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
market

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top