RISET PASAR MANDIRI SEKURITAS: Berikut Data & Informasi Acuan Berinvestasi

Berikut beberapa riset Mandiri Sekuritas dan rangkuman berita yang dapat menjadi acuan investasi Anda.
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 18 April 2017  |  09:17 WIB
RISET PASAR MANDIRI SEKURITAS: Berikut Data & Informasi Acuan Berinvestasi
Riset pasar/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut beberapa riset Mandiri Sekuritas dan rangkuman berita yang dapat menjadi acuan investasi Anda.

* Surplus data perdagangan

Adanya kelebihan perdagangan senilai US$1,23 miliar, hal ini melebihi perkiraan kami sebesar US$563 juta.

Penyebab adanya jarak yang signifikan dikarenakan adanya perkiraan pertumbuhan ekspor yang meningkat sebesar 23,6% YoY (vs. Feb17 dan konsensus sebesar 11,5% dan 12,2%) di mana impor meningkat sebesar 18,2% YoY (vs. Feb17 dan konsensus sebesar 11,6% dan 9,9%).

Will the low current account deficit (CAD) trend linger along the year? Mungkin tidak terjadi. CAD memperkirakan meningkatkan permintaan untuk investor yang ingin berhubungan dengan impor pada 2H17. Namun, kami memperkirakan selama 2017 CAD akan tetap dikelola dengan baik. Berdasarkan fakta, kami akan merevisi perkiraan kami bahwa GDP berada di bawah -2,2% tahun ini yang disebabkan oleh rendahnya angka CAD pada 1Q17 (masih di dalam tinjauan kami).

* Penjualan otomotif wholesales kuartal I/2017 tergelincir

Volume wholesales berada pada 283.000 unit (+6% YoY) ketika volume LGCC berada pada jumlah tetap di 64.000 unit (+55% YoY), perhitungan untuk 23% (vs. 1Q16: 16%) pada volume whosales dalam negeri.

Sementara, 1Q17 2W volume wholesales tergelincir ke 1,4 juta unit (-7% YoY) dengan adanya peningkatan signifikan PT Astra International (ASII, Rp8.375, NEUTRAL, TP Rp8.200) di dalam pasar saham (1Q17: 77%; 1Q16: 72%). Maintain Neutral on ASII with TP of Rp8.200. Berdasarkan valuasi SOTP kami, mengimplikasikan 19x FY17F P/E.

Berita Sorotan Media Massa

* PT Tabungan Negara Tbk (BBTN, Rp2.270, BUY, TP Rp2.700) mencatatkan laba bersih Rp594 miliar pada kuartal I tahun 2017, tumbuh 20,98% dibanding kuartal sama tahun sebelumnya Rp491 miliar. Hal ini di topang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan syariah sebesar 18,71% yoy menjadi Rp sebesar 18,71 % yoy menjadi Rp169,69 triliun, diatas rata-rata industri perbankan nasional. (Investor Daily)

* Nilai ekspor Indonesia pada Maret 2017 mencapai US$14,59 miliar, naik 23,55% dibanding Mar16, atau meningkat 15,68% dibandingkan ekspor Februari 2017 sebesar US$12,61 miliar. Nilai ekspor Maret tersebut merupakan ekspor bulanan tertinggi dalam 26 bulan terakhir. (Investor Daily)

* PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM, Rp4.010, BUY, TP Rp4.700) menargetkan bisa memiliki jumlah satelit terbanyak di kawasan Asia pada 2030. Perseroan akan menempuh dua cara sekaligus untuk meraih ambisi tersebut, yaitu melalui akuisisi perusahaan satelit eksisting dan membeli satelit melalui mekanisme pemesanan kepada perusahaan asing. Saat ini Telkom telah memiliki tiga satelit. (Investor Daily)

* PT Waskita Karya Tbk (WSKT, Rp2.330, BUY, TP Rp3.500) menargetkan proses penjualan saham anak usahanya, PT Waskita Toll Road, tuntas pada Juli tahun ini. Waskita Toll Road bakal menerbitkan saham baru maksimal 20% dari modal disetor, yang kemudian diserap oleh investor strategis.

* Obligasi berdominasi valuta asing menjadi primadona baru setalah nilai emisinya melonjak, seiring dengan kebutuhan kopersi melakukan restrukturisasi utang dan belanja modal. (Bisnis Indonesia)

* PT PP Properti Tbk (PPRO, Rp288) membukukan realisasi marketing sales selama tiga bulan pertama tahun ini sekitar Rp600 miliar, atau sekitar 17% dari target yang dipatok perseroan pada 2017.  Indaryanto,Direktur Keuangan PP Properti, mengatakan bahwa realisasi tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun lalu dan masih berada dibawah harapan perseroan. (Bisnis Indonesia)

* Pelaku industri keuangan nonbank atau IKNB dinilai perlu menata kembali portofolio investasi guna mengantisipasi penurunan imbal hasil surat berharga Negara seiring dengan munculnya potensi penaikan peringkat Indonesia oleh Standard & Poor’s menjadi investment grade. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mandiri sekuritas

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top