BURSA CHINA: Regulator Ancam Aksi Spekulatif, Indeks Shanghai Composite Melemah

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,74% atau 23,90 poin ke level 3.222,17, sedangkan indeks CSI300 ditutup turun 0,17% atau 5,99 poin ke posisi 3.479,82.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 April 2017 15:58 WIB
Aktivitas di Bursa Efek Shanghai - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/4/2017), di tengah ancaman regulator terhadap tindakan spekulatif di pasar saham.

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,74% atau 23,90 poin ke level 3.222,17, sedangkan indeks CSI300 ditutup turun 0,17% atau 5,99 poin ke posisi 3.479,82.

Sektor real estate menjadi pendorong utama pelemahan bursa China, dengan saham China Fortune Land dan Risesun Real Estate menyentuh batas penurunan sebesar 10%, bersamaan dengan lebih dari 100 saham lainnya yang juga merosot hingga 10%.

Liu Shiyu, Ketua China Securities Regulatory Commission (CSRC) akhir pekan lalu mendesak bursa saham untuk tegas memerangi perilaku yang mengganggu ketertiban pasar seperti aksi spekulatif.

"Kata-kata keras Liu memadamkan minat investor pada saham-saham 'konsep'," kata Chang Chengwei, analis Hengtai Futures Co, seperti dikutip Reuters.

Chang, yang menepis ketegangan Korea Utara sebagai faktor yang mempengaruhi saham-saham China, berpendapat sentimen bearish di bursa dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi baru, karena siklus ‘isi ulang saham’ oleh perusahaan berakhir.

Menggarisbawahi dampak pengetatan pengaturan, saham perusahaan yang diharapkan dapat mendapat keuntungan dari rencana zona ekonomi baru di Xiongan merosot pada perdagangan hari ini.

Pasar juga tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi China mulai berakhir, meskipun data menunjukkan ekonomi tumbuh 6,9% pada kuartal pertama, lebih baik dari yang diharapkan dan tertinggi sejak Juli-September 2015.

Tag : bursa china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top