KGI SEKURITAS: Rekomendasi Saham BMRI, ASII, ADRO, dan WSKT

PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2017) bergerak di kisaran support 5.600-5.550-5.490-5.410, dan resisten 5.690-5.750-5.850
Linda Teti Silitonga | 13 April 2017 06:26 WIB
Layar elektronik menampilkan informasi perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (1/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2017) bergerak di kisaran support 5.600-5.550-5.490-5.410, dan resisten 5.690-5.750-5.850.

“Banteng mental, beruang berpencar,” kata Periset Senior KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko dalam risetnya.

Dikemukakan koreksi IHSG yang terjadi selama beberapa hari akibat tekanan jual kaum beruang yang tidak tahan dengan volatilitas regional dan EIDO, pada akhirnya hanya merupakan proses biasa untuk menguragi keadaan jenuh beli di grafik harian.

“Berhasilnya kaum banteng untuk membuat momentum mental dari level psikologis 5.600 merupakan konfirmasi bullish. Bahwa siklus kenaikan IHSG berikutnya untuk menjebol resisten kunci di 5.700 dimulai,”kata Yuganur.

KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham berikut:

  • Bank Mandiri (BMRI) (Trading target: Rp12.400)

Secara teknikal pattern perbaikan short dan medium term trend di emitten perbankan ini membuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja expektasi earnings kedepan di 2017 dengan skenario kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di Rp12.400

Entry (1) Rp11.675, Entry (2) Rp11.575, Cut loss point: Rp11.475

  • Astra International (ASII) (Trading target Rp8.800)

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten big cap index driver ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp8.800.

Entry (1) Rp8.550, Entry (2) Rp8.450, Cut loss point: Rp8.350

  • Adaro Energy (ADRO) (Trading target Rp1.980)

Harga komoditas yang mulai rebound dari low 10 tahun terakhir setelah tertekan sekian lama membuat emitten tambang ini menarik untuk di akumulasi jangka medium-term, rekomen akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke Rp1.980.

 Entry (1) Rp1.855, Entry (2) Rp1.845, Cut loss point: Rp1.805

  • Waskita (WSKT) (BUY) (Trading Target: Rp2.450-Rp2.550)

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten konstruksi ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp2.450-Rp2.550.

Entry (1) Rp2.310, Entry (2) Rp2.280, cut loss point: Rp2.190

 

Tag : IHSG
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top