HARGA EMAS: Pasar Tunggu Keberlanjutan Pengganti Obamacare, Logam Mulia Menguat

Harga emas menguat pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi. Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2017, pada penutupan perdagangan Jumat (24/3/2017) menguat UD$1,6 atau 0,13% ke US$1.251,7 per ounce
Linda Teti Silitonga | 25 Maret 2017 08:16 WIB
Emas comex menguat. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA- Harga emas menguat pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi.

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2017, pada penutupan perdagangan Jumat (24/3/2017) menguat UD$1,6 atau 0,13% ke US$1.251,7 per ounce, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (25/3/2017).

Harga emas bergeran menguat di saat bursa saham AS bergerak mixed, saat pasar menanti kepastian pemungutan suara terkait RUU Kesehatan yang disodorkan pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Seperti diketahui Bursa saham Amerika Serikat mixed pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB.

Indeks The S & P 500 pada penutupan perdagangan Jumat (24/3/2017) melemah 1,98 atau 0,08% ke level 2.343,98.

Dow Jones Industrial Average melemah 59,86 atau 0,29% ke 20.596,72.

Indeks Nasdaq 100 naik 11,05 atau 0,19% ke 5.828,74.

Indeks di bursa saham AS mixed, setelah DPR negara tersebut membatalkan pemungutan suara Jumat sore.

Mengingat suara Republik tidak cukup untuk membawa RUU kesehatan guna merombak Obamacare ke parkemen, untuk dilakukan pemungutan sura.

Voting sedianya dilakukan pada Kamis sore. Kemudian ditunda menjadi Jumat. Namun kembali ditunda karena tak cukup suara.

Sekarang, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (25/3/2017), Presiden AS Donald Trump fokus pada reformasi pajak, yang dikutip dari Washington Post.

"Kami berharap Presiden Trump dan Kongres ke agenda pertumbuhan ekonomi, inti dari yang merupakan reformasi pajak," kata Analis Evercore ISI Terry Haines seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Bursa Eropa melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/3/2017).

Indeks Stoxx Eropa 600 melemah 0,2% pada penutupan perdagangan Jumat.

Bursa Eropa melemah untuk keempat kalinya dalam lima hari perdagangan terakhir.

Pelemahan tersebut menyebabkan indeks menjauh dari level tertinggi 15 bulan pada minggu lalu.

Sebanyak 12 dari 19 kelompok industri berada di zona merah, dan saham energi jatuh paling dalam.

Indeks melemah di saat investor mempertanyakan keberlanjutan realisasi janji kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk memompa pertumbuhan ekonomi.

Parlemen menunda pemungutan suara RUU Kesehatan yang akan merombak Obamacare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top