Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditopang EIDO dan Bursa Asean, IHSG Lanjut Menguat di Awal Dagang

IHSG hari ini dibuka dengan kenaikan 0,03% atau 1,87 poin di level 5.565,62 dan menguat 0,21% atau 11,48 poin ke level 5.575,24 pada pukul 09.05 WIB.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Maret 2017  |  09:52 WIB
Pekerja melintas dengan latar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Jumat (24/2). - Antara/M Agung Rajasa
Pekerja melintas dengan latar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Jumat (24/2). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/3/2017).

IHSG hari ini dibuka dengan kenaikan 0,03% atau 1,87 poin di level 5.565,62 dan menguat 0,21% atau 11,48 poin ke level 5.575,24 pada pukul 09.05 WIB.

Pada perdagangan Kamis (23/3), IHSG ditutup menguat 0,54% atau 29,67 poin ke level 5.563,76, rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Sebanyak 21 saham bergerak menguat, 14 saham bergerak melemah, dan 505 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama dari sektor konsumen (+0,60%) dan aneka industri (+0,51%).

Adapun, sektor pertanian dan infrastruktur masing-masing turun 0,12% dan 0,10%.

Di bursa regional, indeks FTSE Straits Time Singapura pagi ini naik tipis 0,03%, indeks FTSE KLCI Malaysia menanjak 0,08%, sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,08%.

Pergerakan IHSG diprediksi masih akan dibayangi kebijakan Presiden AS Donald Trump pada perdagangan hari ini.

Tim riset Samuel Sekuritas memaparkan bursa AS melemah pada perdagangan terakhirnya seiring langkah wait and see investor terkait penundaan voting mengenai healthcare bill di AS yang rencananya akan menggantikan Obamacare.

Investor juga menunggu realisasi rencana Trump mengurangi pajak yang rencananya akan dilakukan setelah pengesahan healthcare bill tersebut.

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran tercatat lebih buruk dari ekspektasi, sementara penjualan rumah baru tercatat lebih baik dari perkiraan.

Di dalam negeri, IHSG menguat 0,5% kemarin dengan foreign net buy Rp879 miliar di pasar reguler. Dana asing cenderung naik sejak kenaikan Fed rate belum lama ini karena resiko ketidakpastian yang menurun dan potensi kenaikan rating Indonesia menjadi investment grade oleh S&P.

“Kenaikan EIDO dan beberapa bursa pagi ini bisa menjadi angin segar bagi IHSG hari ini,” katanya dalam riset.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 menguat 0,29% atau 1,43 poin ke 489,53 pada pukul 09.07 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,11% atau 0,54 poin di posisi 488,65.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah tipis 0,04% atau 5 poin di Rp13.330 per dolar AS pada pukul 09.06 WIB, setelah dibuka dengan penguatan hanya 1 poin di posisi 13.324.

 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BBCA

+1,20%

BMRI

+0,63%

ICBP

+1,42%

INDF

+1,55%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBNI

-2,17%

UNVR

-0,71%

ASII

-0,30%

TLKM

-0,24%

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top