Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reckitt Benckiser Selesaikan Akuisisi Mead Johnson Senilai US$16,6 Miliar

Reckitt Benckiser telah menyetujui untuk membeli produsen produk bayi asal Amerika Serikat Mead Johnson Nutrition senilai US$16,6 miliar. Dengan aksi ini, perusahaan consumer goods asal Inggris tersebut akan memiliki lini usaha baru dan memperluas penetrasi ke negara berkembang.
Mead Johnson/Seeking Alpha
Mead Johnson/Seeking Alpha

Bisnis.com, JAKARTA--Reckitt Benckiser telah menyetujui untuk membeli produsen produk bayi asal Amerika Serikat Mead Johnson Nutrition senilai US$16,6 miliar. Dengan aksi ini, perusahaan consumer goods asal Inggris tersebut akan memiliki lini usaha baru dan memperluas penetrasi ke negara berkembang.

Reckitt menyatakan pada Jumat (10/2/2017), mereka akan membayar US$90 dalam bentuk tunai untuk saham Mead Johnson, 30% premi untuk harga penutupan Mead Johnson pada sehari sebelum Reckitt mengatakan pihaknya telah mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan produsen formula bayi Enfamil.

Kesepakatan tersebut bernilai US$17,9 miliar apabila ditambah dengan utang Mead Johnson. Reckitt Benckiser menyatakan mereka akan membiayai proses akuisisi ini melalui utang dengan underwriter Bank of Amerika Merrill Lynch, Deutsche Bank, dan HSBC.

Reckitt, perusahaan yang bisnisnya tercoreng dengan adanya skandal keselamatan di Korea Selatan, memperlambat pasar di negara berkembang dan produknya yang dianggap gagal, Scholl, juga dilaporkan mengalami penjualan di bawah target pada kuartal IV/2016 karena ditolak di Eropa dan Amerika Utara.

Rakesh Kapoor, Chief Executive Reckitt, mengatakan kesepakatan ini menjadi titik signifikan untuk bisnis perusahaan seiring dengan rencana peningkatan dua kali lipat jumlah konsumer dan  penetrasi pasar.

China akan menjadi pasar kedua terbesar Reckitt setelah Amerika Serikat dengan adanya aksi akuisisi Mead Johnson, yang telah diincar lama oleh Danon dan Nestle, namun tidak pernah diincar oleh Reckitt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper