Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSDE Siapkan Rp1,26 Triliun Untuk Tambah Lahan

PT Bumi Serpong Damai Tbk. mengalokasikan kas internal sebanyak Rp1,26 triliun untuk pembelian tanah hingga kuartal III/2016. nn
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 07 November 2016  |  17:59 WIB
BSD - jibiphoto
BSD - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bumi Serpong Damai Tbk. mengalokasikan kas internal sebanyak Rp1,26 triliun untuk pembelian tanah hingga kuartal III/2016. 

Hermawan Wijaya, Direktur BSD, mengatakan ekspansi lahan perlu dilakukan untuk mendukung proyek-proyek perseroan di masa depan. Hingga saat ini, penambahan lahan yang utama dilakukan di BSD City. 

"Penambahan lahan ini sangat perlu mengingat permintaan akan produk kami masih sangat tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/11/2016).

Dia mengimbuhkan, cadangan lahan yang luas juga menjadi daya tarik bagi perusahaan lain untuk bermitra dengan perseroan. Beberapa waktu lalu, BSD memang mengumumkan akan membentuk perusahaan patungan dengan Mistubishi Corporation.

Kedua perusahaan ini berniat  menggarap lahan seluas 19 hektare di Serpong dengan pengembangan tahap awal mencaai 1.000 unit rumah tapak. 

Sebelumnya, secara bertahap BSDE memang berniat menambah cadangan lahan hingga 800 hektare. Serpong, Bekasi, dan Cibubur menjadi tiga wilayah yang akan menjadi fokus BSDE. 

Hermawan menerangkan, proses akuisisi lahan seluas 800 hektare membutuhan waktu beberapa tahun sehingga diestimasi tidak akan tuntas hingga akhir 2016. "Land acquisition pasti ada proses negosiasi dan itu butuh waktu," ujarnya. 

Di sisi lain, BSDE telah meraup prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp4,1 triliun per September 2016. Jumlah tersebut setara 60% dari target sebesar Rp6,8 triliu.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsd bsde bumi serpong damai
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top