Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sambut Investment Grade Dari S&P, IHSG Siap Tembus All Time High

Indeks harga saham gabungan (IHSG) siap menembus level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high dalam menyambut penyematan layak investasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's sesuai harapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani Indrawati, masuknya ke kabinet sebagai Menteri Keuangan membuat proyeksi APBN makin realistis/Reuters-Beawiharta
Sri Mulyani Indrawati, masuknya ke kabinet sebagai Menteri Keuangan membuat proyeksi APBN makin realistis/Reuters-Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) siap menembus level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high dalam menyambut penyematan layak investasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's sesuai harapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sampai sekarang, hanya S&P yang belum menyematkan peringkat investment grade bagi Indonesia. Dua lembaga lain, Fitch Ratings dan Moody Investors Service telah lebih dulu memberikan peringkat investment grade bagi Indonesia.

Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menjelaskan potensi peningkatan pemeringkatan Indonesia oleh S&P sangat besar. Pasalnya, S&P telah menyematkan prospek positif bagi Indonesia.

Penyematan peringkat investment grade oleh S&P sangat dinanti oleh pelaku pasar. Dalam sejarah pemeringkatan bagi Indonesia, Indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung melaju saat rating disematkan.

"Pasar akan merespons positif. Sekarang masih euforia tax amnesty. Selama setahun terakhir, tidak ada upgrade jadi sangat ditunggu pasar," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (12/10/2016).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap lembaga pemeringkat S&P dapat menaikkan rating utang Indonesia ke level investment grade. Pasalnya, pemerintah telah melakukan perbaikan dalam struktur APBN agar lebih sehat.

Harapan Menkeu diuraikan pascapertemuan dengan tiga lembaga pemeringkat S&P, Fitch, dan Moody's di sela-sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) di Amerika Serikat pada 4-9 Oktober 2016.

Menkeu menjelaskan kepada tiga lembaga pemeringkat itu terkait langkah terakhir pemerintah di bidang APBN, baik dari sisi antisipasi tahun ini, pembahasan APBN 2017, dan implementasi Undang-Undang Pengampunan Pajak atau tax amnesty.

Pada akhir Juni 2016, S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia satu notch di bawah investment grade, lantaran kinerja instrumen fiskal APBN belum membaik. Sedangkan, Fitch dan Moody's telah menyematkan investment grade sejak 2011.

Josua menilai potensi S&P untuk menaikkan peringkat Indonesia sangat besar seiring outlook yang positif. Pemerintah dinilai telah memberikan gebrakan reformasi fiskal dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Reformasi fiskal saat pemerintahan Presiden Joko Widodo itu membuka sumbatan kendala pembangunan infrastruktur dan pemerataan sosial. Kendala terbesar saat ini adalah postur penerimaan negara yang telah disambut dengan amnesti pajak.

Setelah adanya tax amnesty, sambungnya, basis pajak bakal meningkat dan penerimaan negara diproyeksi tercapai. Bahkan, catatan amnesti pajak menjadi pencapaian paling sukses dalam sejarah dunia, mengalahkan India.

Dia memerkirakan, S&P akan menyematkan investment grade pada tahun ini atau paling lambat pada 2017 seiring positifnya kondisi makro ekonomi Indonesia. Penyematan investment grade akan menjadi motor baru bagi pergerakan pasar modal dan obligasi Indonesia.

Tidak hanya kondisi ekonomi, kata dia, S&P juga mempertimbangkan fundamental dari sisi sosial politik dan keamanan yang kian kondusif. Josua optimistis Indonesia akan mendapatkan peringkat layak investasi dari S&P maksimum tahun depan.

"Minat investor asing bisa masuk ke pasar saham dan obligasi kalau investment grade. Di dunia masih ada penerapan suku bunga negatif, terutama Uni Eropa dan Jepang. Kenaikan investment grade akan mendorong pasar obligasi, saham, dan rupiah," tuturnya.

Masuknya Sri Mulyani ke dalam kabinet pada reshuffle lalu diyakini membuat proyeksi APBN semakin realistis. Pemerintah diperkirakan mampu mencapai target pendapatan dengan reformasi anggaran membuat S&P bakal menaikkan rating Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper