Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Nantikan Putusan The Fed

Harga emas berbalik menguat seiring dengan ekspektasi Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu (21/9).

Bisnis.com, JAKARTA--Harga emas berbalik menguat seiring dengan ekspektasi Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu (21/9).

Meskipun demikian, pasar masih menunggu hasil rapat Bank Sentral AS untuk menentukan arah investasi ke depan.

Pada perdagangan Selasa (20/9) pukul 18:19 WIB harga emas gold spot naik 1,5 poin atau 0,11% menuju ke US$1.314,69 per troy ounce (Rp555.489 per gram).

Adapun harga jual emas Antam kemarin meningkat Rp1.000 per gram menjadi Rp562.000--Rp602.000 per gram. Sementara harga buyback naik dalam jumlah yang sama menuju ke Rp550.000 per gram.

David Govett, head of precious metals trading at Marex Spectron Group, mengatakan reli emas pada semester pertama 2016 tengah terhenti akibat ketidakpastian kebijakan moneter global. Pada pekan ini, investor berfokus pada keputusan rapat dari dua bank sentral, yakni The Fed dan Bank of Japan (BoJ).

Pasar menunggu pernyataan Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda terkait tingkat suku bunga dan tambahan stimulus. Adapun probabilitas pengerekan suku bunga The Fed besok hanya sebesar 20%, dibandingkan Desember 2016 sebesar 56%.

"Pasar akan tetap tertuju pada rapat The Fed. Jadi persiapkan diri untuk pengumuman hasil rapat nanti," tuturnya, Selasa (20/9).

BoJ bakal mengumumkan keputusan pada Rabu (21/9) setelah melakukan pertemuan selama dua hari. Dalam hari yang sama, Gubernur The Fed Janet Yellen juga melakukan konferensi pers pada agenda Federal Open Market Committee (FOMC).

Jameel Ahmad, VP of Market Research FXTM dalam publikasi risetnya, Selasa (20/9) menuliskan, meski ekspektasi pasar dalam peningkatan suku bunga pada September hanya sekitar 15%, tetap masih ada peluang The Fed mengerek suku bunga.

Sejumlah pejabat The Fed mengeluarkan komentar dalam beberapa pekan terakhir yang mengarah ke kecenderungan untuk meningkatkan suku bunga semakin kuat. Hal ini menyiratkan anggota FOMC akan berlawanan pendapat.

Rapat FOMC membuat dolar AS mengalami momentum beli, sedangkan emas rentan merosot. Pada perdagangan hari ini pukul 18:15 WIB, indeks dolar meningkat 0,73 poin atau 0,07% menuju 95,914.

Dengan indeks dolar sedikit di bawah 96, lanjut Jameel, peningkatan suku bunga akan mendorong aksi beli. Apabila dolar semakin menguat, maka investor akan menjual emas yang telah dua kali mendekati batas bawah psikologisnya di level US$1.300 per troy ounce pada bulan ini.

"Apabila emas merosot di bawah US$1300, saya menduga investor akan berbondong-bondong memasuki posisi jual, sehingga terjadi momentum jual besar-besaran di seluruh komoditas logam," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper