Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ramayana Bakal Konversi 10 Supermarket Jadi Gerai Waralaba Ritel

PT Ramayana Lestasi Sentosa Tbk. (RALS) siap melakukan konversi 10 supermarket menjadi SPAR pada paruh kedua tahun ini
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 September 2016  |  22:34 WIB
Ramayana Bakal Konversi 10 Supermarket Jadi Gerai Waralaba Ritel
Swalayan Ramayana - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Ramayana Lestasi Sentosa Tbk. (RALS) siap melakukan konversi 10 supermarket menjadi gerai waralaba ritel SPAR pada paruh kedua tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Ramayana Setyadi Surya mengungkapkan pada Oktober, RALS akan membuka toko SPAR di Parung, Samarinda, Garut, Makassar dan Pontianak. Adapun biaya investasi dalam pembukaan SPAR sekitar Rp2 juta per meter persegi. "Sampai semester II, kami berjuang membuka 10 toko," ucapnya saat dihubungi, Senin (19/9/2016).

Dia menyebutkan raihan penjualan RALS sejak Januari-Agustus 2016 sudah mencapai 72,1% dari target senilai Rp8,3 triliun. Pada paruh pertama tahun ini, RALS mencatatkan penjualan senilai Rp4,36 triliun, tumbuh 27,1% year on year atau 52,53% dari target yang direncanakan.

Sepanjang Juni 2016, emiten bersandi saham Ramayana berhasil membukukan laba senilai Rp254,1 miliar, tumbuh 179,7% dari posisi Rp90,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun margin laba bersih Ramayana mencapai 5,8% dari total penjualan bersih enam bulan pertama tahun ini.

SPAR adalah waralaba multinasional ritel dengan jumlah kira-kira 12.500 toko yang tersebar di 35  negara di dunia. SPAR kebanyakan beroperasi di negara-negara Eropa, Afrika, asia dan Oceania. Andy menyampaikan RALS akan menggabungkan hingga 20 gerai supermarket termasuk Robinson dengan SPAR sepanjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ramayana
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top