Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LOGAM INDUSTRI: Data Penjualan Ritel China Dorong Prospek, Tembaga Menguat

Harga tembaga menguat 0,59% atau 1,25 poin ke US$211,40 per pound pada pukul 14.23 WIB meski dibuka turun tipis 0,07% di posisi US$210 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 September 2016  |  15:49 WIB
Tembaga - Reuters
Tembaga - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau kembali menguat pada perdagangan siang ini, Rabu (14/9/2016), menyusul membaiknya indikator ekonomi di China yang memberikan lebih banyak petunjuk pemulihan global.

Harga tembaga menguat 0,59% atau 1,25 poin ke US$211,40 per pound pada pukul 14.23 WIB meski dibuka turun tipis 0,07% di posisi US$210 per pound.

Pada perdagangan kemarin (Selasa, 13/9/2016), harga tembaga ditutup naik tipis 0,07% atau 0,15 poin ke posisi 210,15.  

Seperti dilansir Reuters hari ini, jumlah produksi pabrikan dan penjualan ritel China naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada Agustus setelah penguatan pasar perumahan dan banyaknya belanja infrastruktur pemerintah menopang pertumbuhan pada negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

“Harga tembaga telah cukup tangguh. Mungkin dapat dikatakan, permintaan telah sedikit naik. Permintaan fisik mungkin sedikit lebih baik dari yang (investor) pikirkan,” ujar Dan Morgan dari UBS.

Di sisi lain dilaporkan, para pekerja di tambang tembaga Los Bronces milik Anglo American memulai aksi mogok mereka pada Jumat setelah menolak tawaran final perusahaan dalam hal diskusi upah kolektif, sehingga berpotensi menghambat produksi perusahaan tersebut.

Berbanding terbalik dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange terlihat melemah pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup melemah 0,83% atau 660 poin ke 78.540 yuan/metrik ton setelah dibuka turun tipis 0,01% atau 10 poin di level 79.190.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir melemah 0,38% atau 470 poin ke 122.480 yuan/metrik ton setelah dibuka naik tipis 0,06% atau 70 poin di level 123.020.

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

14/9/2016

(Pk. 14.23 WIB)

211,40

+0,59%

13/9/2016

210,15

+0,07%

12/9/2016

210,00

+0,36%

9/9/2016

209,25

-0,36%

8/9/2016

210,00

+0,12%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top