Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LOGAM INDUSTRI: Impor China ke Level Terendah, Harga Tembaga Melemah

Harga tembaga melemah 0,10% atau 0,20 poin ke US$209,55 per pound pada pukul 14.35 WIB setelah dibuka turun tipis 0,07% di posisi US$209,60 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 September 2016  |  15:51 WIB
Bursa China -  smh.com.au
Bursa China - smh.com.au

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau melemah pada perdagangan siang ini, Kamis (8/9/2016), di tengah laporan penurunan jumlah impor tembaga oleh China. Tembaga sempat mencatatkan penguatan terbesar dalam hampir tiga pekan pada perdagangan kemarin.

Harga tembaga melemah 0,10% atau 0,20 poin ke US$209,55 per pound pada pukul 14.35 WIB setelah dibuka turun tipis 0,07% di posisi US$209,60 per pound.

Pada perdagangan kemarin (Rabu, 7/9/2016), harga tembaga ditutup dengan penguatan 0,41% atau 0,85 poin ke posisi 209,75 sejalan dengan aksi mogok di Chili yang mengurangi kekhawatiran akan suplai berlebih komoditas tersebut.

Seperti dilansir Reuters hari ini, impor tembaga China turun 2,8% menjadi 350.000 ton pada Agustus, level terendah dalam satu tahun, akibat melambatnya permintaan musiman serta langkah China memproduksi lebih banyak logam olahan.

Jumlah impor tembaga pada bulan lalu turun 10.000 ton dibandingkan impor pada bulan sebelumnya, namun sejalan dengan jumlah impor bulanan pada Juni, Juli, dan Agustus tahun lalu.

Sebaliknya, impor konsentrat dan bijih tembaga melonjak 34,6% menjadi 10,86 juta ton sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.

“China memang memproduksi banyak tembaga olahan dan kita dapat melihat penurunan impor tembaga olahan, meski impor konsentrat naik,” ujar Amy Li, Ekonom National Australia Bank.

Pengiriman tembaga ke China - konsumen terbesar dunia untuk tembaga dan aluminium - termasuk untuk produk anoda, olahan, logam paduan (alloy), dan setengah jadi.

Berbanding terbalik dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange tetap terlihat positif pada perdagangan hari ini menyusul rilis data perdagangan China yang lebih baik dari prediksi.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup menguat 0,17% atau 140 poin ke 80.980 yuan/metrik ton setelah dibuka dengan penguatan di level 81.150. 

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir naik tipis 0,09% atau 120 poin ke 127.470 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,73% atau 930 poin di level 128.280.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,15% atau 0,142 poin ke level 94,814 pada pukul 14.36 WIB.

Pelemahan dolar berpotensi mendorong permintaan untuk komoditas dengan membuat nilainya menjadi terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

8/9/2016

(Pk. 14.35 WIB)

209,55

-0,10%

7/9/2016

209,75

+0,41%

6/9/2016

208,90

+0,53%

5/9/2016

-

-

2/9/2016

207,80

+0,12%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china nikel harga tembaga harga timah logam industri
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top