Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Dolar Melemah. Tembaga, Nikel, dan Timah Kompak Menguat Siang Ini

Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,12% atau 0,25 poin ke US$208,05 per pound pada pukul 14.11 WIB setelah dibuka dengan pelemahan di posisi US$207,45 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 September 2016  |  15:09 WIB
Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,12% atau 0,25 poin ke US208,05 per pound  - ilustrasi
Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,12% atau 0,25 poin ke US208,05 per pound - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau berbalik menguat pada perdagangan siang ini, Senin (5/9/2016), seiring pelemahan dolar AS pasca rilis data payroll AS yang lebih rendah dari ekspektasi dan menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed (Fed Funds Rate/FFR).

Namun, penguatannya dibatasi oleh kelebihan suplai dalam jangka pendek yang mengancam pasar tembaga global.

Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,12% atau 0,25 poin ke US$208,05 per pound pada pukul 14.11 WIB setelah dibuka dengan pelemahan di posisi US$207,45 per pound.

“Kami was-was akan gambaran harga jangka pendek untuk tembaga dan aluminium … mengingat tertundanya kenaikan suku bunga The Fed, pengurangan kapasitas aluminium di China yang lebih lamban dari perkiraan, serta oversupply dalam jangka pendek yang mengancam pasar tembaga global,” papar Argonaut Securities dalam risetnya, seperti dilansir Reuters hari ini.

Sementara, Bloomberg Dollar Index yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,20% atau 0,195 poin ke 95,649.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS, data nonfarm payroll AS naik 151.000 bulan lalu, menyusul revisi kenaikan menjadi 275.000 untuk Juli, serta di bawah prediksi rata-rata survey Bloomberg sebesar 180.000 pekerjaan pada Agustus. 

Prediksi kenaikan tingkat suku bunga The Fed untuk bulan ini tergelincir menjadi 32% dari 42 % sepekan sebelumnya, sementara prediksi pengetatan kebijakan pada Desember turun 6 poin persentase menjadi 59%.

Seperti diketahui, pelemahan dolar berpotensi mendorong permintaan untuk komoditas dengan membuat nilainya menjadi terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya.

Sejalan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange juga terlihat menguat pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup naik tajam 1,17% atau 930 poin ke 80.400 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,69% di level 80.020, seiring kemungkinan menurunnya ekspor bijih nikel dari Filipina sebesar 30% tahun ini.  

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir dengan kenaikan tajam 1,21% atau 1.530 poin ke 128.440 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,87% atau 1.100 poin di level 128.010.

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

5/9/2016

(Pk. 14.11 WIB)

208,05

+0,12%

2/9/2016

207,80

+0,12%

1/9/2016

207,55

-0,10%

31/8/2016

207,75

+0,05%

30/8/2016

207,65

-0,12%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel harga tembaga harga timah logam industri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top