Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Sentimen Manufaktur China Berlanjut, Harga Tembaga Menguat

Harga tembaga menguat 0,60% atau 1,25 poin ke US$208,80 per pound pada pukul 14.21 WIB setelah dibuka dengan kenaikan 0,22% atau 0,45 poin di posisi US$208 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 September 2016  |  15:18 WIB
Harga  tembaga menguat. - .Reuters
Harga tembaga menguat. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau menguat pada perdagangan siang ini, Jumat (2/9/2016), merespon pelemahan dolar AS setelah data manufaktur berkontraksi serta laporan data manufaktur China yang menunjukkan ekspansi.

Harga tembaga menguat 0,60% atau 1,25 poin ke US$208,80 per pound pada pukul 14.21 WIB setelah dibuka dengan kenaikan 0,22% atau 0,45 poin di posisi US$208 per pound.

Indeks manufaktur (PMI) China naik ke posisi 50,4 untuk Agustus 2016 dari sebelumnya di posisi 49,9 pada Juli. Sentimen positif dari negara pengguna terbesar untuk tembaga tersebut mendorong harga dan mengerek permintaan.

“Membaiknya sentimen pasca rilis data manufaktur China yang lebih baik dari perkiraan seharusnya dapat tetap menopang pasar komoditas,” papar ANZ dalam risetnya, seperti dilansir Reuters hari ini.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur di AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Agustus untuk pertama kalinya dalam enam bulan di tengah merosotnya pesanan dan produksi yang meningkatkan kekhawatiran atas melemahnya industri.

Hal ini menimbulkan beberapa keraguan apakah ekonomi AS dapat tumbuh di atas tren sebelum The Fed mengambil langkah menaikkan suku bunga serta melemahkan pergerakan dolar pada perdagangan kemarin.

Meski begitu, adanya potensi penguatan pada data nonfarm payroll serta meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tetap membuat gelisah pasar finansial Asia.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama siang ini terpantau kembali naik meski tipis sebesar 0,05% atau 0,044 poin ke level 95,697 pada pukul 14.23 WIB, setelah sempat berfluktuasi.

Sejalan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange juga terlihat menguat pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup menguat 0,98% atau 770 poin ke 79.470 yuan/metrik ton setelah dibuka turun 0,22% atau 170 poin di level 78.530.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir menguat pada hari kedua perdagangan setelah menanjak 1,44% atau 1.800 poin ke 126.910 yuan/metrik ton.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

2/9/2016

(Pk. 14.21 WIB)

208,80

+0,60%

1/9/2016

207,55

-0,10%

31/8/2016

207,75

+0,05%

30/8/2016

207,65

-0,12%

29/8/2016

207,90

-0,26%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel harga tembaga harga timah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top