Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Data Manufaktur China Buat Pasar Pede. Tembaga Lanjut Menguat

Harga tembaga menguat 0,55% atau 1,15 poin ke US$208,90-per pound pada pukul 14.13 WIB setelah dibuka dengan kenaikan 0,10% atau 0,20 poin di posisi US$207,95 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 September 2016  |  15:08 WIB
Harga tembaga menguat. - .Reuters
Harga tembaga menguat. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau melanjutkan penguatannya pada perdagangan siang ini, Kamis (1/9/2016), pasca rilis data manufaktur China yang berekspansi pada Agustus.

Harga tembaga menguat 0,55% atau 1,15 poin ke US$208,90-per pound pada pukul 14.13 WIB setelah dibuka dengan kenaikan 0,10% atau 0,20 poin di posisi US$207,95 per pound.

Sementara itu pada perdagangan Rabu (31/8/2016), harga tembaga ditutup naik tipis 0,05% atau 0,10 poin ke posisi 207,75 akibat aksi bargain hunting.

Indeks manufaktur (PMI) China naik ke posisi 50,4 untuk Agustus 2016 dari sebelumnya di posisi 49,9 pada Juli. Sentimen positif dari negara pengguna terbesar untuk tembaga tersebut mendorong harga dan mengerek permintaan.

“Hal itu memotivasi kita untuk lebih percaya bahwa ekonomi sedang membaik,” ujar Kepala Investasi Ayer’s Alliance Jonathan Barratt, seperti dilansir Reuters hari ini.

Menurutnya, perdagangan saat ini ditentukan oleh pergerakan dolar.

“Ketika dolar mulai berubah (melemah), maka ekonomi akan terlihat bergerak,” ujarnya seraya mengharapkan pelemahan greenback dalam 1-2 bulan ke depan.

Seperti diketahui, pelemahan dolar berpotensi mendorong permintaan untuk komoditas dengan membuat nilainya menjadi terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama siang ini terpantau kembali naik meski tipis sebesar 0,09% atau 0,086 poin ke level 96,108 pada pukul 14.14 WIB, setelah sebelumnya melemah seiring penguatan kinerja yen Jepang.

Sejalan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange juga terlihat menguat pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup rebound 0,41% atau 320 poin ke 78.700 yuan/metrik ton setelah dibuka melemah 0,48% atau 380 poin di level 78.000.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir menguat 0,85% atau 1.060 poin ke 125.110 yuan/metrik ton, mengakhiri pelemahan selama dua hari.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

1/9/2016

(Pk. 14.13 WIB)

208,90

+0,55%

31/8/2016

207,75

+0,05%

30/8/2016

207,65

-0,12%

29/8/2016

207,90

-0,26%

26/8/2016

208,45

+0,07%

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel harga tembaga harga timah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top