Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LOGAM INDUSTRI: Tunggu Data Tenaga Kerja AS, Tembaga Melemah

Harga tembaga berbalik turun tipis 0,07% atau 0,15 poin ke US$207,75 per pound pada pukul 14.36 WIB setelah dibuka dengan penguatan 0,19% di posisi US$208,30 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Agustus 2016  |  15:50 WIB
Tembaga melemah. - .Reuters
Tembaga melemah. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau kembali melemah pada perdagangan siang ini, Selasa (30/8/2016), di tengah kekhawatiran akan pertumbuhan di China serta penguatan dolar AS menjelang rilis data tenaga kerja AS pekan ini.

Harga tembaga berbalik turun tipis 0,07% atau 0,15 poin ke US$207,75 per pound pada pukul 14.36 WIB setelah dibuka dengan penguatan 0,19% di posisi US$208,30 per pound.

Sementara itu pada perdagangan Senin (29/8/2016), harga tembaga ditutup melemah 0,26% atau 0,55 poin ke posisi 207,90.

Para pembuat kebijakan bank sentral AS Federal Reserve telah mengisyaratkan kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga dalam waktu dekat. Sejalan dengan meningkatnya prediksi kenaikan suku bunga, pergerakan dolar menguat sehingga membuat komoditas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya.

Dalam risetnya, seperti dilansir Bloomberg kemarin (29/8/2016), Barclays melaporkan bahwa kemerosotan pada pasar tembaga akhir-akhir ini mungkin merupakan awal tanda-tanda pelemahan pada ekonomi China.

“Harga tembaga sangat lemah dan terlihat akan terus melemah. Pergerakan harga akan terkikis lebih rendah,” ujar Phil Streible, ahli strategi pasar RJO Futures.

Lebih lanjut menurut Barclays, pertumbuhan China diprediksi melambat menjadi 6,5% tahun ini, paling lemah sejak 1990. Tembaga akan berada dalam kondisi surplus yang besar untuk setidaknya dua tahun ke depan di saat gelombang besar suplai tambang yang baru memukul pasar.

Sejalan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Exchange juga terlihat melemah pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup turun tipis 0,05% atau 40 poin ke 78.560 yuan/metrik ton setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,01% atau 10 poin di level 78.610.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir melemah 0,10% atau 130 poin ke 124.740 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,09% atau 110 poin di level 124.980.

Sementara indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik 0,23% atau 0,222 poin ke level 95,802.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

30/8/2016

(Pk. 14.36 WIB)

207,75

-0,07%

29/8/2016

207,90

-0,26%

26/8/2016

208,45

+0,07%

25/8/2016

208,30

-0,10%

24/8/2016

208,50

-1,93%

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top