INDEKS BEI 25 AGUSTUS: Bursa Eropa Turun, IHSG Tetap Kuat

IHSG ditutup menguat 0,93% atau 50,12 poin di level 5.454,12 pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya juga dibuka menguat 9,99 poin atau 0,19% di 5.413,99 dan bergerak pada kisaran 5.412,53 - 5.454,12.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Agustus 2016 16:31 WIB
Nasabah mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan di sebuah bank, di Jakarta, Senin (25/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/8/2016)

IHSG ditutup menguat 0,93% atau 50,12 poin di level 5.454,12 pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya juga dibuka menguat 9,99 poin atau 0,19% di 5.413,99 dan bergerak pada kisaran 5.412,53 - 5.454,12.

Dari 534 saham yang diperdagangkan, sebanyak 158 saham menguat, 154 saham melemah, dan 222 saham stagnan.

8 dari 9 indeks sektoral IHSG terpantau menguat, dengan dorongan utama dari sektor konsumer yang menguat 2,06%, diikuti oleh sektor aneka industri yang melonjak 2,04%, serta sektor finansial yang naik 0,50%.

Sementara itu, hanya sektor tambang yang melemah 1,32%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup menguat 1,03% atau 4,91 poin ke 418,63.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan penguatan indeks pada sesi I hari ini lebih disebabkan oleh teknikal rebound di saham-saham big cap setelah pada dua hari kemarin diwarnai aksi jual.

“Ini kan pemodal asing 2 hari kemarin melepas kepemilikan, sekarang beli lagi,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (25/8/2016).

Meski sejumlah bursa Asia juga menguat, sentimen dari global tidak begitu banyak memengaruhi IHSG hari ini. “Saya melihatnya ini lebih karena paket kebijakan baru yang keluar kemarin itu membuat asing banyak beli di saham-saham lapis satu atau big cap. Kemudian, emiten di sektor terkait seperti properti, semen, dan sebagainya juga ikut terimbas,” tambahnya.

Sebegai informasi, pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sejalan dengan Program Nasional Pembangunan 1 Juta Rumah.

Melalui PKE XIII ini, pemerintah akan menerbitkan PP yang isinya meliputi penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan untuk membangun rumah MBR dari semula 33 izin dan tahapan menjadi 11 izin dan rekomendasi. Dengan pengurangan perizinan dan tahapan ini, waktu pembangunan MBR dapat dipercepat menjadi 44 hari dari sebelumnya rata -rata 769-981 hari.

Penguatan IHSG terjadi di saat bursa saham di Asia Tenggara bergerak mixed serta bursa Eropa yang melemah karena investor bersikap wait and see menjelang pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming, Jumat besok.

Indeks SE Thailand menguat tipis 0,01%, indeks FTSE Malaysia KLCI melemah 0,10%, indeks PSEi Filipina melemah 0,12%, sedangkan indeks FTSE Stratis Times Singapura menguat 0,22%. Sementara itu, indeks Stoxx Europe 600 dibuka melemah 0,30% atau 1,05 poin ke 343,88.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

+3,02

ASII

+2,13

BBRI

+1,50

ICBP

+3,49

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

BYAN

-9,76

INCO

-3,91

TLKM

-0,24

ULTJ

-5,33

 Sumber: Bloomberg.

Tag : indeks harga saham gabungan
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top