RIGHTS ISSUE BEKS: Sandiaga Uno cs. Jual Seluruh Saham Bank Pundi

Sandiaga Salahuddin Uno dan Edwin Soeryadjaya sebagai pemilik Saratoga & Recapital Group menjual seluruh kepemilikan di dalam PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo.
Sukirno | 25 Agustus 2016 02:57 WIB
Sandiaga Uno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sandiaga Salahuddin Uno dan Edwin Soeryadjaya sebagai pemilik Saratoga & Recapital Group menjual seluruh kepemilikan di dalam PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS) kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo.

Pengumuman penawaran umum terbatas V (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) bank yang kini bernama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk., itu membuat saham perseroan jeblok dua hari berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (24/8/2016), saham BEKS ditutup melemah 9,59% sebesar 7 poin ke level Rp66 per lembar. Dua hari berturut-turut, saham BEKS terkena auto rejection lantaran menyentuh batas bawah penurunan harian hingga 10%.

Setelah manajemen BPD Banten mengumumkan PUT V yang berdekatan dengan PUT IV, saham BEKS merosot. Saham BEKS anjlok 45,45% ke level Rp66 per lembar dari harga tertinggi Rp121 per lembar.

Perseroan memang baru saja menggelar PUT IV dengan perolehan dana Rp649,89 miliar. PUT V kali ini menjadi rangkaian dalam proses akuisisi saham Bank Pundi oleh Pemprov Banten melalui PT Banten Global Development.

Banten Global Development (BGD) yang baru saja masuk sebagai pemegang saham pengendali dalam PUT IV bakal bertindak selaku penyerap rights issue kali ini. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi kredit dan transaksi material.

Bank yang sebelumnya bernama PT Bank Pundi Indonesia Tbk., itu dalam PUT IV tercatat memiliki modal Rp5 triliun dari sebelumnya Rp2 triliun. Pemprov Banten melalui BGD akan meningkatkan kepemilikan saham hingga maksimum 68% dalam tiga tahap.

Tahap I, BGD bakal menyerap rights issue dengan kepemilikan maksimum 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Kemudian, emiten bersandi saham BEKS tersebut menggelar rights issue tahap V dengan kepemilikan BGD menjadi 51%.

Terakhir, BGD akan membeli sisa kepemilikan saham PT Recapital Securities dan pemegang saham lainnya. Nantinya, BGD bakal mengempit saham BEKS maksimum 68% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saat PUT IV, Recapital Securities membuat perjanjian dengan BGD milik Provinsi Banten. Recapital tidak akan menyerap rights issue BEKS dan mengalihkan haknya kepada BGD dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) milik taipan Hary Tanoesoedibjo.

Kini, BGD dan BCAP masuk sebagai pemegang saham baru BEKS, serta Green Resources International Limited (GRIL) dan RCS sebagai pembeli siaga PUT IV, sehingga terjadi perubahan struktur saham seri B perseroan.

Recapital Securities kini menggenggam 8,78%, Green Resources 16,27%, MNC Kapital Indonesia 12,55%, dan Banten Global Development 37,64%. Dalam PUT V, kepemilikan saham perseroan kembali berganti seiring suntikan modal dari BGD.

Hingga 31 Januari 2016, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Pundi mencapai 8,07%. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross mencapai 6,96% dan NPL net 4,93%.

Tingkat imbal hasil aset (return on asset/ROA) -7,21%, dan tingkat imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE) sebesar -85,36%. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) mencapai 3,44% dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) mencapai 159,26%.

Adapun, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 83,29%. Sedangkan, rasio liabilitas terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) mencapai 1.979,39%.

Tag : rights issue, bank pundi, sandiaga uno
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top