Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Ekspor China Melonjak, Harga Tembaga Melemah

Harga tembaga berbalik melemah hingga 0,96% atau 2,10 poin ke US$215,65 per pound pada pukul 14.41 WIB setelah dibuka dengan kenaikan tipis di posisi US$217,80 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Agustus 2016  |  17:03 WIB
Harga tembaga melemah. - .Reuters
Harga tembaga melemah. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau melemah pada perdagangan siang ini, Senin (22/8/2016), sejalan dengan kelebihan suplai di China yang menggenjot ekspor logamnya serta penguatan dolar menjelang pertemuan para bankir dan ekonom dari seluruh dunia pekan ini. 

Harga tembaga berbalik melemah hingga 0,96% atau 2,10 poin ke US$215,65 per pound pada pukul 14.41 WIB setelah dibuka dengan kenaikan tipis di posisi US$217,80 per pound.

Menurut data pabean China, seperti dilansir Reuters hari ini, ekspor produk tembaga dari China, negara pengguna terbesar di dunia untuk logam, melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 75.022 ton pada Juli dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Angka ekspor tersebut, juga dengan adanya perlambatan pada impor menunjukkan bahwa China mungkin tidak dapat mengambil terlalu banyak suplai. Pertumbuhan suplai lebih kuat dari pertumbuhan permintaan,” jelas Analis Argonaut Securities Helen Lau.

Sementara itu, prospek penguatan dolar lebih lanjut juga turut menekan pergerakan logam. Dolar menguat di tengah meningkatnya spekulasi penaikan suku bunga AS tahun ini setelah beberapa pejabat The Fed memberikan komentar hawkish.

Menguatnya dolar berpotensi menurunkan permintaan komoditas dengan membuat nilai aset berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya.  

“Pekan ini tampaknya akan kembali menjadi pekan yang tenang, setidaknya hingga Gubernur The Fed (Janet) Yellen mengeluarkan pernyataan pada pertemuan tahunan di Jackson Hole pekan ini,” papar ANZ dalam risetnya.

Sejalan dengan tembaga, harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange terlihat bergerak mixed pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup turun tipis 0,02% atau 20 poin ke 81.380 yuan/metrik ton setelah dibuka dengan pergerakan stagnan di level 81.400.

Adapun harga timah kontrak September 2016 berakhir menguat 0,13% atau 160 poin ke 122.300 yuan/metrik ton setelah dibuka dengan kenaikan 0,16% atau 200 poin ke level 122.340.

Sementara, indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,37% atau 0,347 poin ke level 94,858 pada pukul 14.42 WIB.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

22/8/2016

(Pk. 14.41 WIB)

215,65

-0,96%

19/8/2016

217,75

-0,05%

18/8/2016

217,85

+0,69%

17/8/2016

216,35

-0,85%

16/8/2016

218,20

+0,93%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top