Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

KURS RUPIAH 22 AGUSTUS: Rupiah Ditutup Melemah 63 Poin ke 13.226

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,48% ke Rp13.226 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (22/8/2016)
Renat Sofie Andriani & Aprianto Cahyo Nugroho
Renat Sofie Andriani & Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Agustus 2016  |  16:25 WIB
Rupiah. - JIBI/Rachman
Rupiah. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,48% ke Rp13.226 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (22/8/2016).

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke 13.160 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak  pada kisaran Rp13.160 - Rp13.255 per dolar AS.

Pelemahan rupiah masih dipicu sentimen kekhawatiran pasar bank sentral AS segera menaikkan suku bunganya.

Seperti dilansir Bloomberg, Ketua The Fed wilayah San Francisco John Williams kemarin menyatakan terbukanya kemungkinan penaikan tingkat suku bunga secara bertahap, terutama dalam waktu yang lebih cepat.

Sementara itu Gubernur Fed Janet Yellen siap menyampaikan pidatonya pada perhelatan pertemuan bank sentral di Jackson Hole.

TINGGAL 10 HARI LAGI: Manfaatkan Gebyar Diskon Epaper Bisnis Indonesia Hingga 71%

16:22 WIB

Pk. 16.00 WIB: Rupiah Ditutup Melemah 63 Poin ke 13.226

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,48% ke Rp13.226 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.160 - Rp13.255 per dolar AS.

15:42 WIB

Pk 15.21 WIB: Spot Melemah 61 Poin ke 13.224 Menjelang Akhir Perdagangan

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,40% atau 61 poin ke Rp13.224 per dolar AS menjelang penutupan perdagangan hari ini.

14:44 WIB

Pukul 14.42 WIB: Dolar AS Tetap Menguat, Rupiah Terus Melemah di Atas Rp13.200

Nilai tukar rupiah masih melemah 0,41% atau 54 poin ke level Rp13.217 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,39% ke 94,88.

13:51 WIB

Pukul 13.45 WIB: Dolar AS Terus Menguat, Rupiah Melemah ke Rp13.242 di Pasar Spot

Nilai tukar rupiah terus melemah 0,6% atau 79 poin ke level Rp13.242 per dolar AS. Pelemahan terjadi seiring dengan tekanan kurs Asia lainnya.

Adapun indeks dolar AS menguat 0,41% ke 94,89.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta menilai pelemahan rupiah terjadi seiring pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi serta pelonggaran moneter yang tertunda.

Dia mengatakan BI 7-Day RR rate yang menggantikan BI rate memang dipertahankan di level 5,25%. Namun di sisi lain BI memangkas proyeksi pertumbuhannya di 2016 menyebutkan bahwa pemangkasan proyeksi tersebut disebabkan oleh pemangkasan anggaran pemerintah serta perlambatan global.

Hal itu dinilai berbeda dengan pemerintah yang yakin pemangkasan anggaran tidak akan menekan target pertumbuhan ekonomi di 2016.

“Pesimisme terhadap pertumbuhan serta pelonggaran moneter yang tertunda bisa meminta pelemahan rupiah di tengah penguatan dolar AS di pasar global,” katanya dalam riset, Senin (22/8/2016).

Adapun dolar AS mulai menguat semenjak pasar Asia di buka di Jumat pagi. Pernyataan wakil gubernur the Fed yang cukup percaya diri bahwa perekonomian AS sudah mendekati potensinya memicu kenaikan dolar serta imbal hasil US Treasury pada perdagangan Jumat malam.

12:04 WIB

Pk 12.00 WIB: Jeda Siang, Rupiah Melemah 69 Poin ke 13.232

Nilai tukar rupiah melemah 0,52% atau 69 poin ke 13.232 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (22/8/2016).

10:47 WIB

Pukul 10.47 WIB: Indeks Dolar AS Menguat, Kurs Asia Termasuk Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terus melemah 0,33% atau 44 poin ke level Rp13.207 per dolar AS.

Pelemahan terjadi sejalan dengan pelemahan nilai tukar mata uang Asia lainnya.

Adapun indeks dolar AS menguat 0,42% ke level 94,91.

08:59 WIB

Pk 08.55 WIB: Rupiah Berbalik Melemah 37 Poin ke 13.200 di Pasar Spot

Nilai tukar rupiah terpantau berbalik melemah hingga 0,28% atau 37 poin ke 13.200 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (22/8/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top