Bisnis.com, JAKARTA - Sistem elektronik terpadu yang mengintegrasikan seluruh proses transaksi produk investasi, transaksi aset dasar, dan pelaporan industri pengelolaan investasi (S-Invest) bakal diluncurkan pada akhir Agustus 2016.
Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia, mengatakan lewat sistem terpadu itu regulator pasar modal dapat memonitor transaksi pembelian dan penjualan reksa dana secara real time.
KSEI, lanjutnya, telah menggelar soft launching S-Invest pada Senin (15/8/2016) sebagai uji coba dan proses adaptasi para pelaku industri reksa dana terhadap sistem baru itu.
"Soft launching supaya agen penjual, manajer investasi, sekuritas yang jadi agen penjual, dan bank kustodian terbiasa dengan sistem ini sebelum diluncurkan secara resmi," ujarnya, Jumat (19/8/2016).
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, semua pelaku industri reksa dana wajib melaporkan data single investor identification (SID) dan investor fund unit account reksa dana melalui S-Invest mulai 31 Agustus 2016.
"Semua pelaku industri reksa dana sudah terkoneksi dengan sistem ini. Sekarang kita tahu persis berapa jumlah dan transaksi harian reksa dana, sebelumnya kan datanya bulanan dan tidak real time," imbuhnya.
Direktur Utama Danareksa Investment Management Prihatmo Hari Mulyanto menilai implementasi S-Invest berdampak positif terhadap industri karena ada standar baku transaksi reksa dana bagi seluruh pelaku industri. "Akan ada integrasi data juga. Operasional manajer investasi mestinya akan lebih efisien," pungkasnya.