Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSI KORPORASI HMSP & RAJA: Stock Split Demi Gaet Investor

Dua emiten di lantai bursa memecah nominal saham alias stock split demi menggaet investor ritel agar harga lebih terjangkau.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 19 Mei 2016  |  21:22 WIB
Stock Split.  - Bisnis.com
Stock Split. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dua emiten di lantai bursa memecah nominal saham alias stock split demi menggaet investor ritel agar harga lebih terjangkau.

Kedua emiten penggelar aksi stock split adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA). HMSP memecah saham 1:25, sedangkan RAJA stock split 1:4.

Budiman Parhusip, Direktur Utama Rukun Raharja, mengatakan keputusan aksi stock split dilakukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Nominal saham dalam modal ditempatkan dan disetor penuh secara otomatis dipecah dari Rp100 per lembar menjadi Rp25 per lembar.

"Harganya, begitu efektif misalnya dari Rp800 per lembar menjadi Rp200 per lembar. Tapi enggak berubah persentasenya," ujarnya.

Dia mengatakan, stock split dilakukan agar volume kepemilikan saham dan transaksi jauh lebih besar ketimbang sebelumnya. Aksi stock split juga diharapkan dapat menarik investor terutama agar harga saham lebih terjangkau.

Pada perdagangan Rabu (18/5/2016), saham emiten bersandi RAJA itu melonjak 2,23% sebesar 20 poin ke level Rp915 per lembar. Kapitalisasi pasar RAJA mencapai Rp937,72 miliar dengan return 18,06 year-to-date.

Tahun ini, emiten jasa energi itu membidik pendapatan naik tipis 7,7% menjadi US$208 juta dari sebelumnya RP193 juta. Perseroan menggenjot pendapatan dengan membangun pipa di Jambi sepanjang 12 kilometer dan mengikuti tender pembangkit listrik Jawa I sebesar 1x1.000 Megawatt, serta Jambi 1x100 MW.

Untuk merealisasikan kinerja tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai US$40 juta dari kas internal dan pinjaman bank. Paruh pertama tahun ini, diperkirakan serapan belanja modal mencapai US$4 juta hingga US$5 juta.

Sementara itu, raksasa rokok PT H.M. Sampoerna Tbk. juga mengumumkan pemecahan saham 1:25 pada April lalu. Stock split ditujukan untuk menggaet investor ritel di lantai bursa.

Perdagangan Rabu (18/5/2016), saham HMSP terkoreksi 0,20% sebesar 200 poin ke level Rp97.800 per lembar. Kapitalisasi pasar saham HMSP mencapai Rp455,04 triliun dengan return 4,04% sepanjang tahun berjalan.

Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee saat dihubungi terpisah menilai aksi stock split sebenarnya sebuah sinyalemen perseroan memberikan perhatian kepada pemegang saham. Perseroan ingin agar transaksi saham lebih likuid.

"Dengan stock split, likuiditas saham akan meningkat dan banyak ditransaksikan. Stock split terjadi setelah ada kenaikan harga akibat kinerja perseroan bagus," tuturnya.

Pemecahan saham yang dilakukan oleh RAJA misalnya, dinilai lantaran manajemen memerkirakan fraksi harga saham yang lebih rendah akan lebih diminati oleh investor. Mayoritas investor di Indonesia percaya harga saham yang terbilang murah berada pada level kurang dari Rp500 per lembar.

Dia menilai, pemahaman tersebut pada dasarnya keliru. Nilai uangnya memang terbilang lebih murah, tetapi nilai yang didapatkan oleh investor pasti bakal berbeda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna rukun raharja
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top