Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Saham Emiten Pengembang Reklamasi Teluk Jakarta Turun

Sejumlah harga saham perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta terpantau bergerak turun.
Suasana di sebuah kantor sekuritas/JIBI-Dedi Gunawan
Suasana di sebuah kantor sekuritas/JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah harga saham perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta terpantau bergerak turun.

Diketahui, bahwa PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), dan PT Intiland Development Tbk (DILD) merupakan salah satu perusahaan pengembang yang mengerjakan proyek reklamasi itu.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI pada sesi I hari ini (Senin, 4/4) tercatat, saham APLN terkoreksi sebesar 10% menjadi Rp270 per lembar, saham PJAA melemah 2,07% menjadi Rp1.890 per lembar, dan saham DILD turun 0,98% menjadi Rp505 per lembar.

"Sahamnya akan terkena imbas jika salah satu direksi perseroan atau proyeknya terkena masalah hukum," ujar Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (4/4/2016).

Menurut dia, setiap direksi maupun proyek yang dikerjakan perseroan terkena kasus hukum biasanya juga akan mempengaruhi kinerja perusahaan ke depannya, yang akhirnya dinilai negatif oleh investor di pasar saham.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa kinerja saham-saham itu berpotensi kembali bergerak menguat jika manajemen sigap mengambil langkah dalam rangka menjaga keberlangsungan kinerja perseroan ke depannya.

"Semua akan berjalan by system. Tinggal menunggu penjelasan manajemen, apa yang akan dilakukan untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus itu. Salah satunya mungkin mengangkat pengganti direksi sekiranya diperlukan sehingga menjaga kepercayaan investor," katanya.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo memproyeksikan bahwa penurunan saham-saham itu cenderung bersifat jangka pendek di tengah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI yang sedang positif.

Ia mengemukakan bahwa belajar dari kasus sebelumnya seperti yang pernah terjadi pada Direktur Utama PT Sentul City Tbk (BKSL), koreksi sahamnya tidak terlalu lama karena didukung kondisi pasar yang sedang bagus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper