Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 30 MARET: Ditutup Turun Tajam, Usai Pidato Yellen

Indeks bursa Jepang di Tokyo jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (30/3/2016) usai pidato Gubernur The Fed Janet Yellen yang menyatakan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 30 Maret 2016  |  14:28 WIB
BURSA JEPANG 30 MARET: Ditutup Turun Tajam, Usai Pidato Yellen
Bursa Jepang - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks bursa Jepang di Tokyo jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (30/3/2016) usai pidato Gubernur The Fed Janet Yellen yang menyatakan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Indeks Topix ditutup melemah 1,55% menjadi 1.356,29 dan Nikkei 225 Stock Average juga turun 1,31% menjadi 16.878,96.

Yellen mengatakan sangat tepat jika perbankan AS berhati-hati dalam menaikkan suku bunga di tengah perlambatan pertumbuhan global.

Adapun yen menguat 0,7% pada Selasa, menghentikan pelemahan panjangnya sejak Oktober, dan melanjutkan penguatannya ke level 112,42 per dolar AS pada Rabu.

Direktur Eksekutif Peak Asset Management LLC di Melbourne Niv Dagan mengatakan ini pertama kalinya dalam waktu yang lama, Janet Yellen berbicara dan pasar Asia naik kecuali Jepang.

"Jelas bahwa suku bunga AS tidak akan naik dalam waktu dekat," paparnya seperti dikutip Bloomberg.

 

Pergerakan Indeks Nikkei 225:

Tanggal

Level

Perubahan

30/3/2016

16.878,96

-1,31%

29/3/2016

17.103,53

-0,18%

28/3/2016

17.134,37

+0,77%

25/3/2016

17.002,75

+0,65%

24/3/2016

16.892,33

-0,64%

23/3/2016

17.000,98

-0,28%

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikkei 225 bursa jepang indeks topix
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top