Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 24 MARET: Nikkei dan Topix Jatuh Terseret Sektor Energi

Indeks bursa Jepang di Tokyo jatuh untuk hari kedua dipimpin produsen energi karena harga minyak mentah memperpanjang penurunannya dan adanya spekulatif Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS dalam waktu dekat.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 24 Maret 2016  |  15:06 WIB
BURSA JEPANG 24 MARET: Nikkei dan Topix Jatuh Terseret Sektor Energi
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks bursa Jepang di Tokyo jatuh untuk hari kedua dipimpin produsen energi karena harga minyak mentah memperpanjang penurunannya dan adanya spekulatif Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Indeks Topix melemah 0,70% menjadi 1.354,61 dan Nikkei 225 Stock Average juga menurun 0,64% menjadi 16.892,33 pada penutupan perdagangan Kamis (24/3/2016).

Yen melemah untuk hari kelima 0,36% di level 112,79. Minyak turun untuk hari kedua setelah sebuah laporan menunjukkan stok AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari delapan decade yakni WTI turun 0,98% ke US$39,40 per barel dan Brent turun 0,49% ke US$40,27 per barel.

Executive Officer Ichiyoshi Asset Management Co di Tokyo Mitsushige Akino mengatakan sentimen risiko ekstrim global telah berkurang dan sekarang orang yang beralih netral lagi.

Mitsui & Co turun 7,5% dan Mitsubishi Corp merosot 4,1%. Perusahaan minyak Inpex Corp merosot 5% karena harga minyak mentah merugi.

 

Pergerakan Indeks Nikkei 225:

Tanggal

Level

Perubahan

24/3/2016

16.892,33

-0,64%

23/3/2016

17.000,98

-0,28%

22/3/2016

17.048,55

+1,94%

18/3/2016

16.724,81

-1,25%

17/3/2016

16.936,38

-0,22%

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikkei 225 bursa jepang indeks topix

Sumber : Bloomberg

Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top