Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Komoditas Bulan Ini Berpeluang Turun

Perkembangan harga komoditas di Jawa Tengah pada Maret tahun ini diperkirakan cenderung stabil dan sedikit mengalami penurunan.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 03 Maret 2016  |  15:21 WIB
Komoditas yang mempengaruhi indeks harga konsumen pada Februari 2015.  -  Bisnis
Komoditas yang mempengaruhi indeks harga konsumen pada Februari 2015. - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Perkembangan harga komoditas di Jawa Tengah pada Maret tahun ini diperkirakan cenderung stabil dan sedikit mengalami penurunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir menyebutkan beberapa komoditas yang diperkirakan akan mengalami penurunan adalah beras, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit hijau.

"Harga komoditas cenderung stabil atau sedikit turun karena baru panen. Selain itu akan terjadi penurunan harga bahan bakar jenis premium dan solar yang rencananya diberlakukan pada minggu ke-2 bulan ini," paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/3/2016).

Mengacu pada deflasi yang terjadi pada Februari sebesar 0,24% (month-to-month), dia menjabarkan kelompok volatile foods mengalami deflasi terdalam sebesar 1,11% (mtm).

"Angka itu juga lebih rendah dibanding rata-rata historis volatile foods pada Februari selama lima tahun terakhir yang tercatat deflasi 0,25%. Yang mengalami deflasi tinggi adalah tarif listrik, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit," paparnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok administered prices dengan deflasi Februari sebesar 0,51% (mtm), jauh lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir 0,004%.

Deflasi pada Februari 2016 bersumber dari penyesuaian tarif listrik yang turun 1,23%, serta penurunan bahan bakar rumah tangga dan bensin.

Sementara untuk kelompok inti tercatat mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir 0,25%.

"Relatif rendahnya inflasi inti didorong oleh terjaganya ekspektasi inflasi dan masih lemahnya permintaan domestik," tutur Iskandar.

Untuk menjaga stabilitas harga, sambungnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jateng akan terus melakukan pemantauan pasokan dan harga secara intensif, salah satunya melalui optimalisasi SiHaTi berbasis android.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi jateng
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top