RAMALAN 2016: Rupiah Menguat, BI Rate ke 6,75 Persen

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi kurs rupiah atas dolar Amerika serikat akan mengalami penguatan hingga akhir tahun
Linda Teti Silitonga | 02 Maret 2016 02:00 WIB
Seorang petugas bank memeriksa sejumlah uang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA- Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi kurs rupiah atas dolar Amerika serikat akan mengalami penguatan hingga akhir tahun.

“Rupiah juga masih akan menguat hingga akhir tahun terutama terdorong faktor global,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia  Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima  Selasa (1/3/2016).

Penguatan rupiah diyakini, ujarnya, walaupun belum ada berita baik yang baru dari domestik. Indikator pertumbuhan, kecuali penjualan semen, menunjukkan perlambatan di Januari 2016.

“Minggu ini ditunggu cadangan devisa yang berpeluang turun tipis. Ruang penguatan rupiah minggu ini masih tersedia,”kata Rangga.

Dikemukakan rupiah masih mampu menguat minggu lalu walaupun dolar menguat terhadap mayoritas kurs di Asia, akibat baiknya data AS relatif terhadap Zona Euro dan Jepang.

Naiknya harga minyak, juga mengangkat optimisme di negara pengekspor komoditas seperti Indonesia.

“Tetapi harga BBM Premium yang tidak dipangkas belum akan membuat ekspektasi inflasi turun drastis  di Februari 2016 inflasi naik ke 4,42% YoY,”kata Rangga.

Namun, ujarnya, peluang BI Rate turun masih ada.

“Kami masih perkirakan BI Rate ke 6.75% di akhir tahun - penurunan 50 bps lagi bisa dilakukan jika harga BBM Premium dipangkas,”kata Rangga.

 

Tag : sentimen pasar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top