Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IEA: Pasokan Minyak Belebih Hingga 2017, Harga Rentan Koreksi

International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional menyatakan surplus minyak global akan bertahan hingga tahun depan sehingga membatasi perbaikan harga dalam jangka pendek.n
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 Februari 2016  |  16:32 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, HONGKONG--International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional menyatakan surplus minyak global akan bertahan hingga tahun depan sehingga membatasi perbaikan harga dalam jangka pendek.

Dalam laporan jangka menengahnya, IEA mengatakan tingkat pasokan dan permintan akan semakin disesuaikan pada tahun depan. Namun, besarnya suplai masih akan memperlambat laju pemulihan harga.

Survei Bloomberg juga berpendapat persediaan minyak Amerika Serikat kemungkinan akan mencapai level tertinggi lebih dari delapan dekade terakhir, sebelum data resmi yang dirilis Rabu (24/2).

Berdasarkan data pemerintah AS Energy Information Administration (EIA) yang dirilis Kamis (18/2) waktu setempat, persediaan minyak Paman Sam naik 2,15 juta barel pekan lalu ke level tertinggi menjadi  504,1 juta barel.

Pada perdagangan Selasa (23/2) pukul 16:29 WIB harga WTI kontrak April 2016 turun 0,67 poin atau 2,04% menjadi US$32,7 per barel. Sedangkan minyak Brent untuk pengiriman April 2016 harganya berada di level US$34,1 per barel, menurun 0,6 poin atau 1,76%.

Evan Lucas, Market Strategist IG Ltd. di Melbourne menyampaikan, kenaikan data stok minyak Paman Sam membuat harga bergerak di level rendah lebih lama. Bagaimanapun, sisi suplai menjadi rintangan terbesar dalam menstabilkan harga.

"Kami memproyeksikan harga naik tipis pada kuartal II/2016, sekitar US$35 per barel," tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/2/2016). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak iea

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top