Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal I Naik 23%, Lippo Karawaci (LPKR) Raup Laba Bersih Rp417 Miliar

Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengantongi laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp417 miliar, naik 23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp339 miliar.
Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengantongi laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp417 miliar, naik 23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp339 miliar/Ilusstrasi-Jibiphoto
Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengantongi laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp417 miliar, naik 23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp339 miliar/Ilusstrasi-Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengantongi laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp417 miliar, naik 23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp339 miliar.

Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur Lippo Karawaci, mengatakan kendati terdapat pelemahan makro ekonomi dan nilai tukar rupiah, perseroan meraih pendapatan kuartal pertama mencapai Rp2,44 triliun, naik 21,6% dari tahun sebelumnya Rp2,01 triliun.

"Hasil kuartal pertama telah memenuhi harapan kami ditengah melemahnya daya beli domestik serta adanya peraturan KPR yang lebih ketat," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Kamis (30/4/2015).

Menurutnya, secara keseluruhan aktifitas bisnis serta profitabilitas usaha tetap berlangsung dengan baik sepanjang kuartal pertama 2015. EBITDA perseroan tercatat meningkat 23% menjadi Rp736 miliar.

Emiten berkode saham LPKR tersebut meraup laba kotor pada periode Januari-Maret 2015 sebesar Rp1,2 triliun atau meningkat 22% dari tahun sebelumnya Rp1 triliun.

Pendapatan divisi residential & urban development naik sebesar 22% menjadi Rp1,16 triliun dari Rp951 miliar pada 2014. Sedangkan, pendapatan dari unit usaha townships meningkat 15% menjadi Rp705 miliar.

Pendapatan dari unit usaha large scale integrated developments tumbuh 35% menjadi Rp455 miliar, terutama berasal dari pengakuan pendapatan dari Kemang Village dan The St. Moritz.

Divisi bisnis healthcare diklaim terus membukukan pertumbuhan yang kuat di mana pendapatan melonjak sebesar 30% year-on-year menjadi Rp976 miliar. Tecatat, tujuh rumah sakit memberikan kontribusi senilai Rp595 miliar atau 61% dari total pendapatan.

"Penerimaan rawat inap naik sebesar 32% sedangkan kunjungan rawat jalan tumbuh sebesar 27%," paparnya.

Sementara itu, pendapatan dari divisi commercial yang terdiri dari mal ritel dan hotel, turun sebesar 7% y-o-y menjadi Rp135 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pendapatan sewa karena penjualan Lippo Mall Kemang.

Kendati demikian, sambungnya, dengan adanya penambahan mal baru serta meningkatnya kontribusi Lippo Mall Puri, dirinya optimistis pendapatan mal akan kembali stabil pada tahun berjalan 2015. Adapun, divisi asset management tumbuh 17% menjadi Rp177 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper