Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun 54% di Akhir Pekan

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 54% pada perdagangan Jumat (13/3/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 16 Maret 2015  |  09:57 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun 54% di Akhir Pekan
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 54% pada perdagangan Jumat (13/3/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Senin (16/3/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp7,89 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp17,52 triliun.

Jumlah tersebut di bawah transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,08 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,63 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0069 dengan volume transaksi Rp655,19 miliar.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Jumat (13/3/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

7,66

2.076,38

15 Mei 2034

FR0070

7,64

1.633,3

15 April 2024

FR0069

6,68

655,19

15 April 2019

FR0058

7,75

502,21

15 Juni 2032

FR0064

7,59

450

15 Mei 2028

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi pemerintah ri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top