Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN Makin Lahap, Produksi Gas ENRG Ikut Naik 21%

PT Energi Mega Persada Tbk. mencatatkan pertumbuhan produksi gas sebesar 21% dari Blok Bentu di Riau, dari rata-rata 38 juta kaki kubik gas pada 2014 menjadi 46 juta kaki kubik.
Lapangan Gas Sungai Gelam 2007, PT Energi Mega Persada Tbk./www.energi-mp.com
Lapangan Gas Sungai Gelam 2007, PT Energi Mega Persada Tbk./www.energi-mp.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk. mencatatkan pertumbuhan produksi gas sebesar 21% dari Blok Bentu di Riau, dari rata-rata 38 juta kaki kubik gas pada 2014 menjadi 46 juta kaki kubik.

Perusahaan minyak dan gas bumi itu menyatakan penaikan produksi disebabkan meningkatnya penyerapan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyusul beroperasinya sebelas unit gas engine milik perusahaan pelat merah itu. 
 
PLN adalah penyerap domestik terbesar atas gas yang dihasilkan Energi Mega Persada (ENRG). Per September 2014, porsinya mencapai 27,61%. Perseroan juga menyalurkan gasnya ke PT Riau Andalan Pulp & Paper dan PD Tuah Sekata.
 
Direktur Utama ENRG Imam Agustino menyebutkan Blok Bentu telah memproduksi 52 juta kaki kubik gas per hari, pada 8 Maret 2015. Level tersebut adalah angka produksi tertinggi.
 
Blok Bentu diklaim memunyai jumlah cadangan terbukti dan terukur sebesar 300 miliar kaki kubik gas. Blok tersebut dimiliki seluruhnya oleh ENRG.
 
“Peningkatan produksi gas dari Bentu PSC [production sharing contract] dan ditambah dengan kenaikan volume minyak dari Malacca Strait PSC diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan,” paparnya dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (11/3/2015).
 
Tahun ini, ENRG mengincar pertumbuhan produksi sekitar 5%-10%. Gas menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan porsi hampir 55%. Sementara itu, minyak bumi menyumbangkan 45%.
 
Pada 2014, produksi perseroan sebesar 12.800 barel per hari. Pada bulan lalu, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie itu juga memperoleh tambahan produksi sebanyak 300.000 barel minyak per hari dari Malacca Strait PSC.
 
Untuk 2015, ENRG mengincar pendapatan sebesar US$967 juta atau 20,27% lebih tinggi dari target tahun lalu yang nilainya US$804 juta. Di sisi belanja modal, perseroan menyiapkan US$187 juta, yang seluruhnya berasal dari kas internal. Per kuartal III/2014, posisi kas internal perusahaan adalah sekitar US$195,92 juta.
 
Sampai saat ini, ENRG mengelola 12 blok minyak, gas, dan gas metana batu bara yang terletak di Indonesia dan Mozambik.
 
Perseroan juga berencana melakukan refinancing utang atas dua fasilitas pinjaman yang jatuh tempo senilai US$150 juta. Investor Relations ENRG Herwin W. Hidayat sebelumnya menyatakan niatan itu akan dilakukan pada semester pertama 2015. 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anissa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper