Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Emas Antam Merosot, Produk Nikel Melonjak Tajam

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. membukukan penurunan penjualan hingga 16% menjadi Rp9,46 triliun, sebaliknya nilai penjualan nikel justru melonjak 37% seiring naiknya harga nikel dunia.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 31 Januari 2015  |  02:34 WIB
Feronikel - goldinvest.de
Feronikel - goldinvest.de

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. membukukan penurunan penjualan emas hingga 16% menjadi Rp9,46 triliun, sebaliknya nilai penjualan produk nikel justru melonjak 37% seiring dengan naiknya harga nikel dunia.

Tri Hartono, Sekretaris Perusahaan Antam, mengatakan nilai penjualan bersih feronikel sepanjang tahun lalu melonjak 93% menjadi Rp4 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan harga rata-rata feronikel sepanjang 2014 sebesar 23% menjadi US$7,74 per pon," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/1/2015).

Khusus kuartal IV/2014, nilai penjualan bersih feronikel bahkan melonjak 295% menjadi Rp1,93 triliun dari periode yang sama pada 2013. Hal itu terjadi akibat peningkatan volume penjualan dan harga rerata feronikel yang naik 66% selama satu kuartal menjadi US$7,44 per pon.

Sementara itu, penjualan bijih nikel emiten berkode saham ANTM itu melorot tajam hingga 98% menjadi Rp89 miliar pada 2014. Penurunan itu disebabkan oleh adanya larangan ekspor bijih mineral oleh pemerintah.

Sebagai kontributor terbesar, penjualan emas Antam naik 5% menjadi Rp4,93 triliun sepanjang tahun lalu dibandingkan dengan periode 2013. Khusus triwulan terakhir, penjualan emas tercatat melonjak 149% menjadi Rp2,13 miliar.

Komoditas lainnya, yakni Bauksit sepanjang tahun lalu hanya menyumbangkan penjualan sebesar Rp20 miliar. Adapun batu bara yang berhasil dijual ANTM sepanjang tahun lalu hanya mencapai Rp179 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top