Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun Tipis 8,76%, FR0071 dan FR0070 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 8,76% pada perdagangan Kamis (29/1/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  10:04 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun Tipis 8,76%, FR0071 dan FR0070 Teraktif
Transaksi obligasi pemerintah melemah - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 8,76% pada perdagangan Kamis (29/1/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Jumat (30/1/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp12,39 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp13,58 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek di bawah 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0071 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp1,57 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,53 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0068 dengan volume transaksi Rp1,44 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Kamis (29/1/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0071

7,26

1.567,83

15 Maret 2029

FR0070

7,04

1.530,59

15 Maret 2024

FR0068

7,96

1.435,86

15 Mei 2034

FR0069

7,04

1.196,75

15 April 2019

ORI011

7,08

994,17

15 Oktober 2017

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top